← Beranda
Industri Makanan hingga Fragrance Makin Kompleks, Kebutuhan Pengembangan Produk Ikut Berubah
Rian Alfianto• Sabtu, 19 September 2026 | 21.35 WIB
Ilustrasi industri makanan, fragrance, dan medis. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Industri makanan, minuman, dan fragrance, menghadapi kebutuhan yang semakin beragam.

Pelaku usaha kini tidak hanya mencari bahan baku, tetapi juga membutuhkan dukungan pengembangan produk, solusi aroma sesuai aplikasi, serta pengujian untuk memastikan keamanan dan kepatuhan terhadap standar.

Perubahan kebutuhan itu menjadi salah satu hal yang mengemuka dalam Food Ingredients Asia (Fi Asia) Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 16–18 September 2026.

Baca Juga: Ketahanan Energi Jadi Sorotan, IATMI Dorong Industri Migas Perkuat Produksi

Natura Perisa Aroma (NPA) membawa tiga kapabilitas melalui Nekaboga, Nekaroma, dan Alvalab untuk menjawab kebutuhan industri dari tahapan bahan baku hingga pengujian.

Perkembangan tersebut tidak terlepas dari semakin kompleksnya proses yang harus dilalui sebuah produk sebelum sampai ke konsumen.

Ketersediaan bahan baku saja tidak selalu cukup. Pelaku usaha juga perlu memastikan bahan sesuai dengan formulasi, karakter produk, kebutuhan aplikasi, serta persyaratan keamanan dan regulasi.

Baca Juga: Penempatan SAL Rp 200 Triliun Dana Pemerintah di Bank Himbara Dilanjutkan hingga Juli 2027

Billy Laurence, Managing Director NPA, mengatakan perusahaan sejak awal mengembangkan penggunaan berbagai bahan alami untuk memenuhi kebutuhan sejumlah sektor industri.

“Kami memiliki rekam jejak yang terbukti dalam menyediakan berbagai industri dengan produk dan layanan berkualitas tinggi. Kami juga memasok rempah-rempah, herbal, aromachemical (senyawa aromatik), dan Minyak Atsiri bagi produsen makanan, penyedia layanan makanan, industri non-makanan, dan perusahaan ritel," kata Billy di acara tersebut. 

Menurut Billy, rantai pasok bahan juga menjadi bagian yang diperhatikan melalui sistem sustainable ecosystem.

Sistem tersebut mencakup pengadaan bibit hingga kemitraan dengan petani sebagai pemasok bahan pertanian.

Pengembangan produk menjadi kebutuhan baru

Salah satu perubahan kebutuhan terlihat dari semakin banyaknya pelaku usaha yang tidak hanya membutuhkan bahan baku, tetapi juga pendampingan untuk mengubah ide atau resep menjadi produk jadi.

Kebutuhan itu direspons Nekaboga Solutions melalui layanan berbasis natural herbs, spices, dan ingredients.

Baca Juga: Padi Biosalin Jadi Solusi Atasi Lahan Asin dan Tantangan El Nino di Batang

Selain menyediakan bahan, Nekaboga juga memiliki kemampuan pengembangan produk, private label, dan contract manufacturing.

Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade dalam pengolahan bahan alami, tim Research and Development (R&D) Nekaboga dapat membantu pelanggan mengembangkan produk berdasarkan resep yang sudah dimiliki maupun karakter produk yang ingin dibuat.

Christopher Soesanto, Commercial Head, mengatakan layanan tersebut juga dapat dimanfaatkan pemilik merek yang belum mempunyai fasilitas produksi sendiri.

Baca Juga: Rekam Jejak Muhammad Masyhud, Pejabat Karier Kemenhub yang Dicopot dari Dirjen Hubla

“Misalnya ada yang ingin masuk ke industri makanan dan sudah punya brand, tetapi kapasitasnya belum ada. Mereka bisa mengolahnya di tempat kami. Kami bisa mendampingi dari formulasi, produksi, pengurusan izin, dan proses lainnya sampai menjadi produk jadi,” kata Christopher.

Sebagian besar bahan baku yang digunakan berasal dari Indonesia, sehingga aspek ketersediaan dan pengadaan bahan menjadi bagian dari proses yang perlu dijaga secara berkelanjutan.

Industri fragrance membutuhkan solusi yang lebih spesifik

Kompleksitas serupa juga terlihat dalam industri fragrance.

Baca Juga: AirNav Indonesia Buka Lowongan Kerja 2026: Cek 7 Posisi dan Syaratnya

Kebutuhan terhadap bahan aroma tidak selalu berhenti pada penyediaan essential oil.

Pelaku industri juga perlu menyesuaikan karakter aroma dengan aplikasi produk yang dikembangkan.

Nekaroma menawarkan essential oils sekaligus customized blend, private labeling, technical guidance, dan application support.

Pendekatan tersebut memungkinkan bahan aroma dikembangkan berdasarkan karakter dan penggunaan yang diinginkan.

Baca Juga: Menhub Dudy Copot Muhammad Masyhud dari Jabatan Dirjen Hubla, Bentuk Evaluasi Kemenhub

Portofolio bahan yang tersedia antara lain patchouli oil, clove leaf oil, dan nutmeg oil.

Selain bahan tunggal, Nekaroma juga mengembangkan custom blend untuk menghasilkan profil aroma tertentu.

Bahan dan solusi tersebut dapat digunakan untuk berbagai aplikasi, mulai dari aromatherapy, blend oil, dan linen spray hingga kebutuhan bahan baku industri fragrance.

Baca Juga: Realisasi Restitusi Pajak Hingga Agustus 2026 Turun 37 Persen Jadi Rp 191,8 Triliun

Laksmi Istikasari, Marketing Services Manager, mengatakan pemahaman mengenai aplikasi menjadi bagian penting dalam memberikan solusi kepada pelanggan.

“Kami ingin lebih dekat dengan customer dan memahami kebutuhan mereka. Jadi bukan hanya menyediakan bahan, tetapi juga melihat bagaimana bahan tersebut akan digunakan dan solusi seperti apa yang dibutuhkan,” kata dia.

Menurut Laksmi, perkembangan industri fragrance di pasar domestik turut membuka kebutuhan terhadap bahan aroma, termasuk bahan yang berasal dari natural ingredients.

Baca Juga: Industri AMDK Hadapi Wajib SNI dan Tuntutan Industri Hijau Terkait Sampah yang Dihasilkan

Di sisi lain, semakin kompleksnya pengembangan produk membuat kebutuhan terhadap pengujian laboratorium ikut meningkat.

Pengujian diperlukan untuk mengetahui kualitas dan keamanan produk sekaligus membantu pelaku usaha memenuhi persyaratan regulasi.

Alvalab mengembangkan layanan pengujian laboratorium untuk mendukung kebutuhan food safety dan quality compliance.

Jonathan Widakdo, Head of Sales & Marketing Alvalab, mengatakan pengembangan Alvalab tidak hanya menyasar penambahan kapasitas pengujian, tetapi juga peningkatan layanan kepada pelanggan.

Baca Juga: Dorong Ekonomi Daerah, Injourney dan Pemprov NTB Matangkan Persiapan MotoGP 2026

“Jadi tahun ini kami lebih fokus ke service, lebih ke pelayanan. Peningkatan service yang kami lakukan itu bukan hanya kapasitas dan parameter, tetapi juga service level kepada customer,” ujar Jonathan.

Salah satu pengembangan yang dilakukan adalah pengujian residu pestisida.

Setelah sebelumnya menargetkan sekitar 500 parameter, Alvalab menargetkan peningkatan hingga 1.000 parameter pestisida pada 2026, dengan pengembangan berikutnya diarahkan menuju sekitar 1.500 parameter.

Baca Juga: Persaingan Ritel Makin Ketat, Model Omnichannel Jadi Jalan Baru Mengejar Pertumbuhan

Pengujian tersebut antara lain ditujukan untuk mendukung kebutuhan industri, termasuk produk yang akan memasuki pasar ekspor dengan persyaratan keamanan pangan tertentu.

Alvalab juga meningkatkan kapasitas pengujian shelf life.

Jumlah climatic chamber ditambah dari tiga menjadi enam unit dan direncanakan meningkat menjadi sembilan unit pada tahun berikutnya.

Baca Juga: Konten Kuliner Makin Booming, Industri Makanan Tumbuh 7,41 Persen di Indonesia

Dengan penambahan kapasitas tersebut, waktu pengujian shelf life yang sebelumnya dapat mencapai sekitar dua hingga tiga bulan ditargetkan menjadi sekitar 30–45 hari.

Dari bahan baku sampai kepatuhan

Perubahan kebutuhan tersebut menunjukkan bahwa rantai produksi industri makanan, minuman, dan fragrance semakin terhubung.

Bahan baku hanya menjadi tahap awal sebelum produk melewati proses formulasi, pengembangan, penyesuaian aplikasi, hingga pengujian.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah