← Beranda
KemenPPPA Dorong Perempuan Lebih Terlibat dalam Pemberdayaan Ekonomi
Tazkia Royyan HikmatiarKamis, 10 September 2026 | 22.49 WIB
Peserta mempraktikkan cara membuat telur rempah dalam lokakarya kewirausahaan bagi perempuan dan disabilitas di Rumah Inklusif Kantor Kecamatan Semarang Barat, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (26/8/2026)

JawaPos.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) meminta perempuan lebih banyak dilibatkan dalam berbagai program pemberdayaan. Perluasan akses terhadap kesempatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan mobilitas dinilai dapat mendorong perempuan semakin mandiri.

Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA Amurwani Dwi Lestariningsih mengatakan keterlibatan perempuan dalam program pemberdayaan penting untuk memastikan perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi keluarga maupun lingkungan.

“Kami mengapresiasi upaya yang memberikan ruang bagi perempuan untuk terlibat dan memperoleh manfaat dari berbagai program pemberdayaan. Ketika perempuan mendapatkan akses dan kesempatan, manfaatnya tidak hanya dirasakan dirinya sendiri, tetapi juga keluarga dan lingkungan,” ujarnya Kamis (9/9).

Hal tersebut menurutnya terlibat dalam sejumlah program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Dari 20 relawan Port Captain Inspirasi 2026 yang akan diberangkatkan ke Banda Aceh, Garut, Sumbawa, dan Ambon, sebanyak 16 orang di antaranya merupakan perempuan.

Sementara itu, 41 dari 53 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menerima bantuan sarana usaha juga merupakan perempuan. Pelindo turut menyalurkan alat bantu kepada 25 penyandang disabilitas untuk mendukung mobilitas dan aktivitas sehari-hari, dengan delapan penerima di antaranya perempuan.

Sekretaris Perusahaan Pelindo Benny Ariyadi mengatakan, ketiga program tersebut memiliki sasaran berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yakni memperluas akses dan kesempatan agar masyarakat semakin mandiri.

“Ada penyandang disabilitas yang butuh dukungan untuk meningkatkan mobilitas, ada masyarakat di wilayah 3T yang perlu akses pendidikan dan kesehatan, serta ada pelaku UMKM yang mengharapkan sarana untuk pengembangan usaha. Pada akhirnya, semuanya bermuara pada bagaimana membuka akses dan kesempatan agar masyarakat semakin berdaya,” tuturnya.

Program Port Captain Inspirasi 2026 melibatkan 20 pekerja Pelindo yang akan berkontribusi langsung bersama masyarakat di Banda Aceh, Garut, Sumbawa, dan Ambon. Para relawan akan terlibat dalam berbagai kegiatan di bidang pendidikan dan kesehatan untuk memperluas akses layanan dan manfaat sosial ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Di bidang ekonomi, bantuan sarana usaha diberikan kepada 53 pelaku UMKM. Salah satu penerima manfaat, Zahra, penjual Bubur Maniez di Kalibaru, Tanjung Priok, mengatakan bantuan tersebut membantu keberlangsungan usahanya.

 

“Gerobak ini kelihatannya sederhana, tapi buat saya sangat berarti karena ini tempat saya mencari penghasilan setiap hari. Terima kasih Pelindo sudah membantu, mudah-mudahan usaha saya bisa makin ramai,” ujar Zahra.

Benny menilai tingginya keterlibatan perempuan dalam program UMKM dan Port Captain Inspirasi menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga dapat menjadi penggerak perubahan.

“Kami melihat perempuan memiliki peran penting, bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai penggerak perubahan. Karena itu, Pelindo ingin memastikan program-program TJSL memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan untuk berkembang, meningkatkan kemandirian, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi keluarga maupun lingkungannya,” tutur Benny.

 

EDITOR: Diar Candra