JawaPos.com - Sarjito resmi dilantik sebagai Kepala Eksekutif Bursa Minyak dan Komoditas Strategis (BMKS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
salah satu target utamanya selama menjabat sebagai BMKS adalah menjadikan Indonesia punya andil dalam penentuan harga komoditas strategis.
Sarjito mengatakan, BMKS memiliki peran strategis dalam mendorong Indonesia agar tidak hanya menjadi negara yang memiliki sumber daya alam melimpah.
Tetapi juga mampu memiliki pengaruh lebih besar dalam menentukan harga komoditas strategis.
Baca Juga: MA Resmi Lantik Sarjito jadi Kepala Eksekutif BMKS OJK
"Salah satunya adalah dengan membentuk bursa. Kita tahu bahwa kita salah satu penghasil komoditas terbesar di dunia, baik untuk minyak maupun yang lain, dan juga komoditas strategis yang cukup banyak, tetapi pricing-nya kita tidak bisa melakukan," ujarnya usai dilantik di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (9/9).
Menurut dia, Indonesia selama ini masih banyak mengandalkan harga yang terbentuk di bursa komoditas negara lain.
Kondisi tersebut membuat Indonesia lebih banyak berada dalam posisi sebagai price-taker.
"Kita masih mengandalkan pricing-pricing di bursa di negara lain yang sebenarnya mestinya kita harus bisa. Paling tidak untuk awal tidak lagi menjadi price-taker, tetapi bisa menjadi price-influencer," ucapnya.
Dalam jangka panjang, Sarjito berharap bursa yang dibangun Indonesia dapat menjadi salah satu rujukan harga komoditas strategis di tingkat global. Bahkan, Indonesia diharapkan mampu berkembang menjadi price-maker.
Baca Juga: OJK Jatim Catat Industri Asuransi Tumbuh Mencapai 20 Persen secara Tahunan
"Menjadi bursa kita reference dan at the end kita tentu harus sanggup dan mampu, confident untuk menjadi price-maker," jelasnya.
Dalam menjalankan tugas barunya, ia meminta dukungan dari kalangan wartawan untuk mengawal berbagai kebijakan melalui kritik yang membangun.
Ia menegaskan, amanah sebagai Kepala Eksekutif BMKS akan dijalankan dengan sebaik-baiknya demi kepentingan masyarakat dan bangsa Indonesia.
“Dengan ditunjuknya saya, amanah yang sangat bagus buat seluruh rakyat Indonesia dan bangsa Indonesia ini akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya. Tolong nanti teman-teman wartawan membantu. Anda boleh mengkritisi, tetapi harus membangun," imbuh Sarjito.
Baca Juga: OJK Terima 22.206 Aduan Praktik Keuangan Ilegal, Pinjol Ilegal Mendominasi