← Beranda
Kebutuhan Energi dan Infrastruktur Digital Meningkat, IEE Series Hadirkan Tiga Sektor Strategis
Dimas ChoirulKamis, 3 September 2026 | 03.53 WIB
Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Maxmilaan Bruinier. (Foto: Dimas Choirul/JawaPos.com)

JawaPos.com – Kebutuhan terhadap infrastruktur energi dan digital yang terus meningkat mendorong industri untuk tidak hanya memperluas kapasitas, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan keandalan.

Dalam RUPTL 2025–2034, Indonesia menargetkan tambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 gigawatt (GW), termasuk 42,6 GW energi terbarukan dan 10,3 GW sistem penyimpanan energi. Sementara itu, kapasitas data center di Indonesia mencapai sekitar 370 megawatt (MW) pada 2025.

Perkembangan tersebut menjadi konteks penyelenggaraan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series - Energy Week 2026 yang berlangsung pada 2–5 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Ajang tersebut menghadirkan tiga pameran, yakni Electric & Power Indonesia, The Battery Show Indonesia, dan Data Center Asia–Indonesia.

Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation” atau Keberlanjutan untuk Transformasi Industri, IEE Series - Energy Week menempatkan aspek keberlanjutan sebagai bagian dari upaya industri untuk tumbuh dan menciptakan nilai lebih besar.

Pendekatan tersebut mencakup efisiensi, inovasi, ketahanan, serta pemanfaatan energi, material, dan infrastruktur secara lebih bertanggung jawab untuk mendukung kebutuhan industri dalam jangka panjang.

Baca Juga: Kolaborasi Pamerindo dan SSG Sukseskan Event Manufacturing Indonesia & Surabaya 2024

Upaya tersebut membutuhkan ruang yang mempertemukan pelaku industri dengan teknologi, pengetahuan, dan perspektif dari berbagai bidang. IEE Series - Energy Week 2026 hadir sebagai platform dengan skala pameran dan rangkaian program yang terus berkembang.

Skala penyelenggaraan IEE Series - Energy Week 2026 tercermin dari area pameran yang mencapai lebih dari 20.000 meter persegi. Ajang tersebut diikuti 451 perusahaan dari 28 negara, serta menghadirkan 21 sesi seminar dengan 73 thought leaders dan dukungan dari 12 asosiasi industri.

Penyelenggaraan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series - Energy Week 2026 yang berlangsung pada 2–5 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Penyelenggaraan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series - Energy Week 2026 yang berlangsung pada 2–5 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Maxmilaan Bruinier, Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, mengatakan penyelenggaraan IEE Series - Energy Week di Jakarta melanjutkan momentum positif dari Indonesia Energy Week Surabaya 2026 yang mempertemukan lebih dari 200 peserta pameran dari 17 negara.

“Melalui IEE Series - Energy Week di Jakarta, kami memperluas konektivitas tersebut dengan mempertemukan sektor ketenagalistrikan, penyimpanan energi, dan infrastruktur digital dalam satu ekosistem. Kami berharap pertemuan ini dapat mendorong pertukaran pengetahuan dan solusi yang membantu industri meningkatkan efisiensi, memperkuat kapabilitas, dan menciptakan nilai yang lebih besar dalam jangka panjang,” ujar Maxmilaan.

Maxmilaan, mengatakan penyelenggaraan Energy Week tahun ini tidak hanya diarahkan sebagai tempat untuk melihat produk dan teknologi, tetapi juga sebagai ruang untuk mempertemukan berbagai bagian dari ekosistem industri.

“Tahun ini kami ingin menghadirkan Energy Week bukan hanya sebagai tempat untuk melihat produk dan teknologi, tetapi juga sebagai ruang untuk mempertemukan berbagai bagian dari ekosistem industri. Karena itu kami mempertemukan Electric & Power Indonesia, The Battery Show Indonesia, dan Data Center Asia Indonesia dalam satu rangkaian," ungkapnya.

Menurut Maxmilaan, ketiga sektor tersebut semakin sulit dipisahkan seiring perkembangan industri. Kelistrikan dan energi menjadi fondasi, sedangkan baterai dan energy storage memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan energi. Sementara itu, data center sebagai bagian dari infrastruktur digital membutuhkan sistem energi yang andal dan efisien.

“Kalau kita melihat perkembangan industri saat ini, ketiganya sebenarnya semakin sulit dipisahkan ya. Karena power itu atau energi menjadi fondasi, sedangkan battery dan energy storage membantu memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan energi ataupun sumber daya energi. Sementara data center yang merupakan bagian penting dari infrastruktur digital itu membutuhkan sistem energi yang reliable dan efisien," terangnya.

Selain pameran, Energy Week menghadirkan berbagai seminar, forum, workshop, dan diskusi yang mempertemukan pemimpin industri, asosiasi, pakar, serta penyedia teknologi.

Maxmilaan menilai networking dan kolaborasi menjadi salah satu nilai utama dalam pameran industri. Sebab, semakin banyak kebutuhan industri yang tidak dapat dijawab hanya oleh satu teknologi atau satu sektor.

“Menurut kami networking dan collaboration justru menjadi salah satu nilai utama di industrial exhibition. Semakin banyak kebutuhan industri yang tidak dijawab oleh satu teknologi atau satu sektor saja, sehingga pelaku industri perlu bertemu dengan pihak lain yang memiliki solusi, kemudian expertise, maupun kebutuhan sehingga semua stakeholder tersebut saling melengkapi," ujarnya.

Perkembangan di sektor energi dan infrastruktur digital turut mendorong kebutuhan terhadap sistem kelistrikan yang lebih andal dan adaptif. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Symposium Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) yang digelar bersamaan dengan pembukaan Electric & Power Indonesia sekaligus membuka rangkaian IEE Series - Energy Week 2026.

Ketua Umum PJCI Arsyadany G. Akmalaputri mengatakan kebutuhan industri terhadap listrik ke depan tidak hanya semakin besar, tetapi juga semakin beragam dan dinamis.

“Kebutuhan industri terhadap listrik ke depan tidak hanya akan semakin besar, tetapi juga semakin beragam dan dinamis. Karena itu, pengembangan sistem kelistrikan perlu bergerak menuju sistem yang lebih cerdas, fleksibel, dan mampu mengintegrasikan berbagai sumber energi secara andal. Pengembangan smart grid, integrasi energi terbarukan, serta pemanfaatan teknologi untuk mengoptimalkan pengelolaan energi menjadi semakin penting untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat ketahanan sistem. Dengan demikian, infrastruktur kelistrikan dapat terus mendukung produktivitas dan menciptakan nilai yang lebih besar bagi industri dalam jangka panjang.”

Menurut Arsyadany, energi bukan hanya berkaitan dengan bagaimana listrik dipasarkan dan disalurkan, tetapi juga bagaimana sebuah bangsa bertumbuh, masyarakat mendapatkan kesempatan yang lebih baik, dan pembangunan dapat dirasakan secara merata.

Pemerataan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Ketersediaan listrik, teknologi penyimpanan energi, dan infrastruktur digital perlu berkembang dengan mempertimbangkan kebutuhan satu sama lain, dengan dukungan pemerintah, pelaku usaha, penyedia teknologi, asosiasi, akademisi, dan pengguna akhir.

Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar perkembangan teknologi dapat diterjemahkan menjadi sistem yang lebih efisien, tangguh, dan mampu menciptakan manfaat jangka panjang bagi industri dan masyarakat.

Semangat kolaborasi lintas pemangku kepentingan tersebut juga menjadi bagian dari penyelenggaraan rangkaian IEE Series tahun ini.

Salah satunya melalui Electric & Power Indonesia (EPI) ke-24 yang menjadi bagian dari Energy Week dalam rangkaian Indonesia Energy & Engineering Series 2026. Tahun ini, EPI juga diselenggarakan bersama IndoEBTKE ConEx ke-12 dalam rangkaian yang sama.

Sinergi tersebut diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi antara pemerintah sebagai pemangku kepentingan, pelaku industri, penyedia teknologi, dan akademisi. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan pasar dengan inovasi dan solusi yang relevan bagi pengembangan sektor kelistrikan berbasis energi baru dan terbarukan di Indonesia.

Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung realisasi program pemerintah dengan mempertemukan para pemangku kepentingan dalam satu platform. Dengan demikian, sinergi, kemitraan, dan implementasi solusi yang mendukung agenda transisi energi nasional dapat terus diperkuat.

Bagi salah satu peserta pameran, RMA Indonesia, keikutsertaan dalam Energy Week menjadi momentum untuk memperkenalkan solusi pembangkit listrik yang menyasar berbagai sektor, mulai dari infrastruktur bangunan, perhotelan, dan resor hingga data center.

Melalui partisipasinya, RMA Group memperkenalkan inovasi genset yang telah dipasarkan secara global dan untuk pertama kalinya hadir di Indonesia.

Development and Technical Support Manager RMA Indonesia Rio Harison Saragih mengatakan kehadiran RMA di Energy Week membuka peluang untuk menyasar sektor yang lebih luas. Sebelumnya, RMA Indonesia lebih banyak hadir dalam pameran Mining Indonesia pada rangkaian IEE Series tahun-tahun sebelumnya.

“Sekarang lebih spesifik dan target pengunjung pun jelas, animo yang datang memang khusus untuk energi. Pada hari pertama ini telah pengunjung kami mengerucut kepada energi, genset, cable-wire dan lain-lain, jadi kita lebih enak untuk memetakan potensi customer kita. Karena sekarang kami juga bergabung di Energy Week, buat kami lebih baik karena bisa menyasar tidak hanya pasar di IEE Series Engineering Week, tetapi bisa menggapai juga segmen di energi. Kolaborasi berbagai sektor di satu rangkaian pameran seperti IEE Series ini menguntungkan untuk perluasan dan kolaborasi industri yang kami libati,” ujarnya.

IEE Series - Energy Week 2026 berlangsung hingga 5 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Selama empat hari penyelenggaraan, ajang tersebut menghadirkan rangkaian pameran, seminar, dan aktivitas industri.

Pelaku industri dan pengunjung profesional dapat melihat perkembangan teknologi, mengikuti diskusi sektoral, serta bertemu dengan perusahaan dan pemangku kepentingan dari berbagai sektor.

Informasi mengenai rangkaian acara dan registrasi pengunjung dapat diakses melalui www.iee-series.com.

EDITOR: Mohamad Nur Asikin