JawaPos.com - Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia (IKAPEKSI) melakukan audiensi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Gedung Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (28/8).
Pertemuan tersebut membahas potensi alumni Kenshusei dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM), produktivitas, kewirausahaan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Rombongan IKAPEKSI dipimpin Ketua Umum IKAPEKSI Pranyoto Widodo, didampingi Dewan Penasehat H. Ridwan, Wakil Ketua Umum Pajar Mahmud dan Soeroyo Prihantono, Sekretaris Umum Amin Fahrudi, Wakil Sekretaris Umum Soleh, dan Kabid Pemagangan Fathurrahman.
Baca Juga: Danantara bakal Setor Rp 120 Triliun Dividen BUMN ke Negara, Purbaya: Sudah Diputuskan Presiden
Pranyoto Widodo menyampaikan, pengalaman pemagangan di Jepang memiliki nilai strategis yang lebih besar daripada sekadar kesempatan bekerja di luar negeri.
Menurut dia, para Kenshusei mendapatkan pengalaman mengenai etos kerja, kedisiplinan, produktivitas, tanggung jawab, budaya keselamatan, serta pola kerja yang sistematis selama berada di Jepang.
”Yang kami bawa dari Jepang bukan hanya penghasilan, tetapi juga etos kerja dan pengalaman. Ketika kembali ke Indonesia, pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk membangun usaha, meningkatkan produktivitas dan membuka lapangan pekerjaan,” ujar Pranyoto.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Siapkan Alat Pendeteksi Pita Cukai Palsu
Dia mengungkapkan, penghasilan pekerja Indonesia di Jepang juga memberikan dampak terhadap ketahanan ekonomi keluarga.
Penghasilan tersebut tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga pendidikan anak, pembangunan rumah, tabungan, hingga modal usaha setelah kembali ke Indonesia.
”Alumni Kenshusei memiliki potensi menjadi jembatan antara kebutuhan sumber daya manusia Jepang dengan pembangunan ekonomi Indonesia,” papar Pranyoto Widodo.
Saat ini, IKAPEKSI memiliki jejaring di berbagai daerah melalui 25 Dewan Pengurus Daerah (DPD) di Indonesia.
Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan untuk memperkuat kontribusi alumni Kenshusei setelah menyelesaikan program pemagangan dan kembali ke Indonesia.
Pranyoto menegaskan, pihaknya tidak ingin berjalan sendiri.
Baca Juga: Purbaya: 2,4 Juta Lapangan Kerja akan Tercipta saat Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
Organisasi tersebut siap menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat ekosistem pemagangan dan penempatan tenaga kerja ke Jepang sekaligus memastikan adanya pemberdayaan bagi alumni setelah kembali ke Indonesia.
”Salah satu program yang dijalankan adalah SMART IKAPEKSI atau Seleksi Magang Jepang Rekrutmen Terpadu. Program tersebut telah dilaksanakan di sejumlah daerah, antara lain Grobogan, Ponorogo dan Cilacap,” papar Pranyoto Widodo.
IKAPEKSI juga membangun komunikasi dan jejaring dengan berbagai pihak di Indonesia maupun Jepang, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), IM Japan, Japan Foundation, JICA, serta Kedutaan Besar Jepang.
Baca Juga: Menko Airlangga Ungkap Investasi Jepang ke RI Capai USD 1,9 Miliar pada Semester I 2026
Dia berharap tindak lanjut pertemuan tersebut dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.
Terutama dalam penyiapan SDM Indonesia untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja Jepang, peningkatan produktivitas, pemberdayaan alumni, pengembangan UMKM dan kewirausahaan, serta penguatan hubungan ekonomi Indonesia-Jepang.
”Kami ingin pengalaman Kenshusei di Jepang tidak berhenti sebagai pengalaman pribadi. Kami ingin pengalaman itu kembali ke Indonesia menjadi produktivitas, menjadi usaha, menjadi lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tegas Pranyoto.
Baca Juga: Pertamina Siap Pimpin Pengembangan Ekosistem Carbon Capture Storage di Indonesia
Wapres Gibran memberikan respons positif terhadap sejumlah masukan dan aspirasi yang disampaikan IKAPEKSI.
Wapres turut mengelaborasi berbagai persoalan dan peluang yang disampaikan, terutama terkait bagaimana pengalaman kerja dan pemagangan di Jepang dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi Indonesia setelah para peserta kembali ke Tanah Air.
Gibran juga menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti berbagai masukan tersebut melalui kementerian dan lembaga terkait.
Dengan demikian, aspirasi IKAPEKSI diharapkan dapat terkoneksi dengan program-program pemerintah yang telah berjalan.
Baca Juga: Alokasikan Rp 240 Triliun di 2027, BGN Tegaskan Anggaran Operasional Hanya 3 Persen
”Tolong ini jadi perhatian san disampaikan ke kementerian terkait, ini penting sekali,” kata Wapres Gibran kepada staf wakil presiden.
Wapres juga mendorong agar pembiayaan untuk anak-anak yang magang dipermudah agar lebih banyak yang terserap di dunia kerja.
Audiensi tersebut ditutup dengan komitmen untuk melakukan tindak lanjut melalui kementerian dan lembaga terkait sesuai dengan bidang serta program yang relevan.
Baca Juga: Danantara Housing Expo Catat 300 Akad Hunian saat Pembukaan Pameran