← Beranda
Kolaborasi Perluas Pembiayaan bagi UKM Bikin Dunia Usaha Lebih Percaya Diri
AntaraJumat, 28 Agustus 2026 | 21.40 WIB
Perwakilan ADB untuk Indonesia tanda tangani perjanjian kerja sama dengan Bank SMBC Indonesia dan ADB, Kamis (27/8). (Istimewa)

 

JawaPos.com – Asian Development Bank (ADB) dan PT Bank SMBC Indonesia Tbk. (Bank SMBC Indonesia) menandatangani perjanjian kerja sama untuk memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha di Indonesia, terutama usaha kecil dan menengah (UKM).

”Kemitraan ini bertujuan membantu dunia usaha di Indonesia tumbuh dengan lebih percaya diri,” kata Kepala Perwakilan ADB untuk Indonesia Bobur Alimov dilansir dari Antara.

Dengan meningkatkan ketersediaan modal kerja, kata dia, kemitraan ini akan membantu dunia usaha tumbuh, menciptakan lapangan kerja, memperkuat rantai pasok, serta mendukung pembangunan ekonomi dan ketahanan Indonesia.

Baca Juga: Muktamar NU, BAZNAS Hadirkan Layanan Konsumsi, Kesehatan, Pengelolaan Sampah, dan Beasiswa

Keterbatasan akses pembiayaan disebut masih menjadi tantangan besar bagi banyak UKM.

Melalui peningkatan akses terhadap modal kerja, kemitraan ini diharapkan dapat membantu UKM mengelola operasional, memenuhi permintaan yang meningkat, memperkuat peran mereka dalam rantai pasok.

Selain itu untuk menghadapi tantangan yang masih berlangsung, seperti gangguan rantai pasok, tingginya biaya pembiayaan, dan terbatasnya akses kredit.

Baca Juga: Kampus Dorong Penguasaan Teknologi agar Layanan Berkualitas Menjangkau Daerah

”Banyak UKM memiliki potensi untuk berkembang, tetapi belum memiliki modal kerja yang dibutuhkan untuk memanfaatkan peluang baru dan menghadapi berbagai tantangan,” papar Bobur Alimov.

”Dengan memperluas akses pembiayaan, kita dapat membantu dunia usaha membangun ketahanan, memperkuat perannya dalam rantai pasok, dan tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Bobur menambahkan.

Bagi Bank SMBC Indonesia, perjanjian ini dapat memperluas pembiayaan bagi pemasok dan distributor di seluruh Indonesia melalui skema berbagi sebagian risiko keuangan dengan ADB.

Skema tersebut meningkatkan akses modal kerja bagi dunia usaha yang terlibat dalam rantai nilai domestik dan internasional.

Sebagai kemitraan berbagi risiko pertama dengan bank lokal di Indonesia, ADB menilai perjanjian ini menjadi langkah penting untuk memperluas pembiayaan rantai pasok dan menjangkau pasar serta mitra baru melalui Trade and Supply Chain Finance Program (TSCFP) ADB.

”Kami berharap kerja sama ini dapat membuka jalan bagi kemitraan serupa yang memberi manfaat bagi lebih banyak dunia usaha di seluruh Indonesia,” tutur Bobur Alimov.

Baca Juga: Danantara Housing Expo Catat 300 Akad Hunian saat Pembukaan Pameran

Wakil Direktur Utama Bank SMBC Indonesia Jun Saito mengatakan, pembiayaan perdagangan dan rantai pasok memiliki peran penting dalam menghubungkan pelaku usaha serta mendukung aktivitas komersial.

”Kerja sama ini mencerminkan komitmen kami untuk terus meningkatkan kapabilitas serta menyediakan solusi yang mendukung kebutuhan bisnis nasabah yang terus berkembang dalam sebuah ekosistem bisnis yang lebih luas,” kata Saito.

Dalam kerja sama tersebut, Bank SMBC Indonesia tetap menangani seluruh proses origination, administrasi, pengelolaan, hingga pemantauan transaksi.

Baca Juga: Pertamina Siap Pimpin Pengembangan Ekosistem Carbon Capture Storage di Indonesia

Perseroan juga memastikan kerja sama dengan ADB berjalan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Hal itu mencakup proses uji tuntas nasabah, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta pemantauan portofolio secara berkelanjutan.

Bank SMBC Indonesia menilai pembiayaan perdagangan dan rantai pasok menjadi salah satu solusi strategis untuk mendukung pertumbuhan nasabah di berbagai tahapan rantai nilai.

Pengembangan kapabilitas sistem dan produk dilakukan mulai segmen korporasi hingga mikro.

Baca Juga: Alokasikan Rp 240 Triliun di 2027, BGN Tegaskan Anggaran Operasional Hanya 3 Persen

”Kolaborasi ini semakin memperkuat peran Bank SMBC Indonesia sebagai mitra keuangan tepercaya dalam mendukung aktivitas perdagangan dan rantai pasok di Indonesia,” ujar Saito.

Menurut dia, sinergi dengan ADB diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha, meningkatkan ketahanan ekosistem perdagangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah