← Beranda
Lurik Klaten Bidik Pasar Dunia, Koperasi Aji Tera Didorong Naik Kelas
Dony Lesmana Eko PutraSenin, 24 Agustus 2026 | 21.55 WIB
Lewat Koperasi Aji Tera dan dukungan LPDB Koperasi, Lurik Prasojo didorong naik kelas hingga menembus pasar internasional. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Lurik bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga memiliki potensi menjadi produk ekonomi kreatif bernilai tinggi. Melalui Koperasi Konsumen Karyama Kusuma Aji Tera atau Lurik Prasojo, lurik Klaten didorong naik kelas hingga menembus pasar internasional.

Koperasi yang menaungi pengrajin lurik sejak 1950 ini mendapat dukungan pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi). Dana tersebut diarahkan untuk memperkuat usaha, meningkatkan nilai tambah produk, memperluas pasar, dan membangun ekosistem lurik dari produksi hingga pemasaran.

Lurik Prasojo Bidik Pasar Internasional

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengatakan, dukungan pembiayaan diharapkan membantu Koperasi Aji Tera meningkatkan skala usaha hingga pasar global.

“Pembiayaan ini bukan hanya agar koperasinya berjalan, tetapi kita harapkan Koperasi Aji Tera dengan Lurik Prasojo-nya bisa naik kelas hingga ke mancanegara. Kita ingin membangun ekosistem tenun dan lurik yang sama kuatnya dengan batik,” ujar Farida di Klaten, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, koperasi sektor riil memiliki peran penting sebagai penggerak produksi sekaligus pemasaran produk lokal.

Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto menegaskan, dana bergulir harus menjadi pengungkit pertumbuhan usaha, bukan sekadar tambahan modal.

“Kami ingin dana bergulir tidak berhenti pada aspek pembiayaan. Dana tersebut harus menjadi pengungkit agar koperasi semakin produktif, memperluas usahanya, meningkatkan nilai tambah produk, dan pada akhirnya memberikan manfaat yang lebih besar kepada anggota serta masyarakat,” katanya.

Lurik Klaten tak hanya menjadi warisan budaya. (Istimewa)
Lurik Klaten tak hanya menjadi warisan budaya. (Istimewa)

Lurik Punya Peluang Masuk Pasar Dunia

Potensi lurik juga mendapat perhatian Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar. Menurut Irene, karakter lurik yang sederhana justru menjadi kekuatan untuk memasuki pasar global. 

Motif dan nilai budaya yang melekat pada lurik dapat menjadi pembeda ketika dikembangkan menjadi produk fesyen dan ekonomi kreatif.

“Lurik memiliki kesederhanaan pola yang sangat bisa diterima pasar internasional,” ujar Irene.

Peluang tersebut membuka ruang kolaborasi antara koperasi, pengrajin, desainer, industri fesyen, pariwisata, hingga pelaku ekonomi kreatif.

Koperasi Perkuat Rantai Nilai Lurik

Pengembangan Lurik Prasojo tidak hanya berfokus pada produk akhir. Ekosistemnya diperkuat mulai dari pengrajin, produksi, desain, inovasi, pemasaran hingga distribusi.

Langkah ini diharapkan meningkatkan manfaat ekonomi bagi anggota koperasi, pengrajin, perempuan pelaku usaha, dan masyarakat sekitar sentra produksi.

LPDB Koperasi menilai Aji Tera menjadi contoh bahwa koperasi dapat menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni menjaga warisan budaya dan menciptakan nilai ekonomi baru.

Dengan pembiayaan, inovasi produk, peningkatan kapasitas pengrajin, serta akses pasar yang lebih luas, lurik Klaten berpeluang naik kelas dari warisan budaya menjadi produk ekonomi kreatif yang mampu bersaing di pasar global.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra