← Beranda
Saat Harga Emas Makin Mahal, Ukuran 1 Gram Tak Lagi Jadi Patokan
Dimas ChoirulRabu, 19 Agustus 2026 | 00.35 WIB
Harga emas logam mulia Antam keluaran PT Aneka Tambang Tbk tercatat naik sebesar Rp 20.000 menjadi Rp 1.916.000 per gram, pada perdagangan Rabu (16/4). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

 

 

JawaPos.com - Harga emas yang terus meningkat membuat ukuran satu gram tak lagi menjadi satu-satunya acuan bagi masyarakat yang ingin memiliki logam mulia. Perkembangan layanan keuangan digital turut mengubah cara masyarakat mengakses emas, dari kepingan fisik menjadi kepemilikan dalam pecahan yang lebih kecil.

Selama ini, emas identik dengan kepingan fisik berukuran mulai dari satu gram hingga puluhan gram. Namun, kenaikan harga membuat kebutuhan modal awal menjadi salah satu pertimbangan bagi masyarakat yang ingin memiliki emas.

Perubahan tersebut kemudian mendorong berkembangnya bentuk kepemilikan emas yang tidak mengharuskan seseorang membeli kepingan fisik secara langsung.

Salah satu perkembangan terbaru datang dari pasar modal melalui kehadiran instrumen berbentuk exchange traded fund (ETF) berbasis emas. Instrumen tersebut memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga emas tanpa harus menyimpan kepingan emas secara fisik.

PT Indo Premier Investment Management (IPIM) bersama PT Indo Premier Sekuritas, misalnya, memperkenalkan Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia dengan kode XGLD. Produk tersebut tercatat sebagai ETF emas di Bursa Efek Indonesia.

Direktur PT Indo Premier Investment Management (IPIM) Noviono Darmosusilo mengatakan instrumen tersebut memungkinkan kepemilikan dalam satuan yang lebih kecil.

"Siapa pun kini bisa mulai menabung emas hanya mulai dari 0.1 milligram (1 unit penyertaan), sebuah langkah kecil yang siap mengubah modal kecil menjadi pondasi kekayaan di masa depan," kata Noviono di Jakarta, Selasa (18/8).

Namun, perubahan cara memiliki emas tersebut juga menunjukkan bahwa emas kini semakin terintegrasi dengan sistem pasar keuangan. Masyarakat tidak lagi hanya berhadapan dengan pilihan membeli dan menyimpan emas fisik, tetapi juga instrumen yang memberikan eksposur terhadap emas melalui mekanisme pasar modal.

Ia menambahkan kode efek XGLD dipilih oleh PT Indo Premier Investment Management sebagai nama ETF emas satu-satunya di Indonesia karena secara alami memiliki natural association dengan kata "GOLD", mengikuti jejak ETF emas paling populer di pasar global Amerika Serikat, sehingga sangat intuitif dan mudah diingat oleh masyarakat pemodal Indonesia.

Selanjutnya sebagai Premier ETF Gold Sharia Indonesia, XGLD menawarkan proposisi investasi emas yang transparan dan sepenuhnya mematuhi prinsip syariah melalui akad Wakalah bil al-Ujrah untuk pengelolaan dana, Bai' al-Muthlaq untuk transaksi emas fisik, pengawasan berlapis dari Dewan Pengawas Syariah, serta berlandaskan Fatwa DSN-MUI No. 163/DSN-MUI/VIII/2025.

Underlying XGLD ini portofolionya berbasis aset emas murni dengan ketentuan komposisi portofolio kas maksimal hanya 5 persen. Berbeda dengan emas fisik yang perlu penyimpanan dan rawan hilang atau pencurian, investor XGLD tidak perlu lagi memikirkan risiko perampokan, biaya sewa brankas, hingga proses buyback dan appraisal yang merepotkan. Sistem physical lock telah digantikan oleh perlindungan digital defense berlapis di IPOT.

"Meskipun ditransaksikan secara digital dan fleksibel mengikuti harga bursa real-time, kepemilikan XGLD tetap didukung oleh aset riil (physical gold underlying). Portofolio XGLD terhubung langsung dengan emas murni bersertifikat internasional LBMA (London Bullion Market Association) atau SNI, sehingga memberikan efisiensi tinggi tanpa mengorbankan kualitas dan keaslian aset," kata dia.

Adanya XGLD melalui Power Fund Series (PFS) di IPOT Fund menawarkan kemudahan transaksi emas murni mulai dari 0.1 miligram atau setara ratusan rupiah. Inovasi ini mendobrak batasan ETF konvensional yang umumnya membutuhkan pembelian skala besar (basket), sehingga memberi ruang bagi masyarakat pemodal Indonesia untuk mulai berinvestasi secara bertahap.

"Langkah mikro ini memicu perubahan mindset penting, dari yang tadinya berfokus pada "Berapa gram yang sanggup dibeli?" menjadi "Berapa unit porsi emas yang ingin dimulai?". Konsep ini membuktikan bahwa pembentukan kebiasaan menabung yang konsisten jauh lebih penting daripada menunggu modal besar terkumpul untuk membeli satu gram emas fisik," ujarnya.

Selain itu, investasi XGLD juga memberikan keamanan dan transparansi penuh karena proses jual beli dan pergerakan nilai portofolio dapat dipantau langsung selama jam perdagangan bursa.

Selain itu, eecara regulasi perpajakan di Indonesia, XGLD dikategorikan sebagai produk Reksa Dana KIK berbentuk ETF, sehingga hasil keuntungan (capital gain maupun dividen) tergolong Bukan Objek Pajak Penghasilan (Non-Objek PPh).

"Kepatuhan perpajakannya pun sangat efisien dan transparan, di mana investor cukup mencatatkan kepemilikan unit penyertaan XGLD pada kolom Daftar Harta serta keuntungannya pada kolom Penghasilan Non-Objek Pajak di SPT Tahunan," ungkapnya.

President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Moleonoto The menegaskan kehadiran XGLD memberikan diversification layer yang ideal untuk mendampingi saham, obligasi, dan reksa dana, sehingga membentuk Multi-Asset Wealth Portfolio yang jauh lebih tangguh di berbagai kondisi ekonomi.

Keunggulan XGLD terasa solid karena investor tidak mengaksesnya melalui aplikasi produk tunggal (single-product app), melainkan lewat ekosistem finansial komprehensif dari Indo Premier Sekuritas (IPOT).

Superpower Financial Platform IPOT menyatukan berbagai instrumen keuangan utama, mulai dari Saham, Reksa Dana, ETF, Obligasi, XRDN, Penjaminan Emisi Efek, hingga kehadiran XGLD dalam satu genggaman yang terintegrasi.

“Tanpa perlu berpindah aplikasi atau mengelola akun yang terpisah-pisah, investor dapat menggeser alokasi dana secara seamless sesuai kondisi pasar dan profil risiko. Integrasi ini mengubah perjalanan finansial dari sekadar stock portfolio menjadi Multi-Asset Wealth Portfolio yang lebih aman dan teroptimasi," ungkapnya.

Untuk mulai melindungi dan menumbuhkan aset, masyarakat pemodal, bahkan investor pemula pun tidak perlu menunggu modal besar atau menebak kapan harga emas berada di titik terendah. Melalui Power Fund Series (PFS) di IPOT Fund, disiplin berinvestasi kini bisa dimulai langsung dari 1 unit atau setara 0.1 miligram emas murni berstandar syariah.

"Didukung oleh rekam jejak 25 tahun Indo Premier Sekuritas di industri pasar modal dengan dana kelolaan Rp312 Triliun dan keamanan anti-phishing terbaik, XGLD menjadi solusi investasi paling terjangkau, aman, dan efisien untuk membangun masa depan finansial ," tandasnya.

 

EDITOR: Estu Suryowati