← Beranda
Gempa NTT Rusak Fasilitas Bangunan dan Runway, Kemenhub Catat 5 Bandara Terdampak
Djati WaluyoMinggu, 16 Agustus 2026 | 00.18 WIB
Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat terdapat lima bandara terdampak gempa bumi yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pagi waktu setempat. Ada kerusakan pada bangunan dan runaway.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengatakan sebagai langkah mitigasi guna memastikan keselamatan penerbangan, Kemenhub terus melakukan pemeriksaan serta pemantauan kondisi fasilitas, personel, dan operasional penerbangan di wilayah terdampak.

“Saat ini, terdapat 5 bandar udara yang dilaporkan terdampak, yaitu Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo, Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman – Ende, Bandar Udara Umbu Mehang Kunda – Waingapu, Bandar Udara Frans Sales Lega – Ruteng, dan Bandar Udara Soa – Bajawa,” ujar Lukman dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (15/8).

Baca Juga: Daftar 76 Anggota Paskibraka yang Dikukuhkan Gibran di Istana Negara

Lukman mengatakan, kerusakan yang dilaporkan antara lain berupa kerusakan dan retakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, serta fasilitas pendukung lainnya. Di Bandar Udara Soa – Bajawa.

Berdasarkan laporan awal, terdapat kerusakan sedang pada runway dan sejumlah bangunan serta fasilitas pendukung, termasuk adanya retakan baru di beberapa titik.

Sementara itu, pada aspek pelayanan navigasi penerbangan, terdapat unit pelayanan yang terdampak, yaitu Cabang Pembantu Labuan Bajo, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, Unit Bajawa, dan Unit Ruteng.

“Seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di lokasi yang terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat,” ujarnya.

Lukman menyebut, pada sejumlah lokasi, khususnya yang mengalami kerusakan pada gedung tower, pelayanan navigasi untuk sementara dilaksanakan dari lokasi yang dinilai aman.

“Contingency plan juga disiapkan untuk memastikan keselamatan dan keberlangsungan pelayanan navigasi penerbangan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Ditjen Perhubungan Udara menempatkan aspek keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama.

Pemeriksaan kondisi fasilitas dan infrastruktur bandar udara serta fasilitas navigasi penerbangan terus dilakukan. Untuk kesiapan pengiriman bantuan ke masyarakat dilakukan dengan skema Get Airport Ready for Disaster (GARD).

Lanjutnya, masyarakat pengguna jasa transportasi udara di wilayah terdampak diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pengelola bandar udara serta maskapai penerbangan.

“Ditjen Perhubungan Udara akan terus memonitor perkembangan situasi dan melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait,” ungkapnya.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah