← Beranda
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Djati WaluyoSenin, 10 Agustus 2026 | 22.21 WIB
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti memberikan sambutan saat closing ceremony ISE

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan surat presiden (surpres) yang mencantumkan Destry Damayanti sebagai calon tinggal Gubernur Bank Indonesia. Nama Destry kini sudah ada di meja DPR RI.

“Jadi namanya tunggal, satu nama yaitu atas nama Ibu Destry Damayanti yang sekarang beliau menjabat sebagai pejabat gubernur sementara," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada wartawan di kompleks parlemen, Senin (10/8).

Profil Destry Damayanti

Destry Damayanti bukan nama baru di lingkungan bank sentral. Sebelum menjadi calon tunggal Gubernur BI, ia telah menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019.

Kini, ia dipercaya sebagai Pejabat Gubernur Sementara setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.

Baca Juga: Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Wanita kelahiran Jakarta pada 1963 itu mengambil gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia.

Setelahnya, ia melanjutkan pendidikan ke Cornell University, New York, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Science di bidang Regional Science pada 1992.

Setelah selesai menempuh pendidikan, karir Destry di bidang ekonomi dimulai dari lingkungan akademik.

Sebagai akademisi, ia pernah menjadi peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Setelah itu, Destry bergabung dengan jajaran Kementerian Keuangan pada 1992-1997.

Baca Juga: Pjs Gubernur BI Destry Damayanti: Kepemimpinan ini adalah Kolektif Kolegial

Pengalamannya di pemerintahan kemudian berlanjut ke sektor swasta ketika ia menjadi ekonom di Citibank pada 1997-2000.

Kemudian, Pada 2000-2003, Destry dipercaya sebagai Senior Economic Adviser bagi Duta Besar Inggris untuk Indonesia.

Posisi tersebut memperkuat pengalaman Destry dalam membaca perkembangan ekonomi sekaligus hubungan ekonomi Indonesia dengan lingkungan global.

Selepas 2003, karir Destry kemudian berkembang di sektor pasar modal dan perbankan. 

Ia pernah menjabat Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas sebelum menjadi Kepala Ekonom Bank Mandiri, juga pernah dipercaya sebagai Direktur Eksekutif Mandiri Institute.

Baca Juga: Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti Ditunjuk Jadi Pejabat Gubernur Sementara BI

Tidak hanya berkutat di sektor keuangan, Destry juga mendapat kepercayaan untuk mengemban sejumlah tugas di pemerintahan.

Pimpin Task Force Ketahanan Ekonomi

Ia tercatat pernah memimpin Task Force Ketahanan Ekonomi di Kementerian BUMN.

Pada 2015, Destry masuk ke Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai anggota Dewan Komisioner untuk periode 2015-2019. Pengalaman tersebut membuatnya bersentuhan langsung dengan isu stabilitas sistem keuangan dan industri perbankan.

Perjalanan Destry di sektor kebijakan ekonomi kemudian berlanjut ke Bank Indonesia.

Pada 2019, ia ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior BI untuk periode 2019-2024.

Baca Juga: KPK Buka Peluang Panggil Perry Warjiyo Usai Mundur sebagai Gubernur BI

Lima tahun kemudian, pemerintah kembali mempercayakan posisi tersebut kepada Destry.

Ia kembali dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior BI pada 7 Agustus 2024 untuk periode 2024-2029.

Dengan pengalaman tersebut, Destry telah melewati sejumlah posisi strategis di sektor ekonomi dan keuangan, mulai dari akademisi, ekonom perbankan, pasar modal, pemerintahan, LPS, hingga bank sentral.

Kini, Destry memasuki babak baru dalam karirnya setelah Presiden Prabowo mengajukannya sebagai satu-satunya calon Gubernur BI kepada DPR.

Proses selanjutnya berada di DPR sesuai mekanisme pengangkatan Gubernur Bank Indonesia.

Baca Juga: Gubernur BI Mundur Diduga karena Rupiah Gagal Stabil, Suku Bunga Naik 2 Kali

Bila pencalonannya mulus, Destry akan menjadi perempuan pertama yang menjadi Gubernur Bank Indonesia definitif.

Sebelumnya, BI juga pernah dipimpin oleh perempuan, yakni Miranda Gultom, namun saat itu statusnya adalah pelaksana tugas gubernur BI.

Selain itu, kepemimpinan Miranda di BI juga amat singkat, yakni pada 17 Mei 2009-26 Juli 2009. 

 

EDITOR: Bayu Putra