← Beranda
Investasi Emas di Indonesia Capai 15 Ton di Kuartal II 2026, Naik 40 Persen
Djati WaluyoSabtu, 1 Agustus 2026 | 19.32 WIB
Ilustrasi investasi emas (Freepik)

JawaPos.com - World Gold Council (WGC) mencatat kinerja investasi emas di Indonesia pada kuartal kedua 2026 melonjak hingga 40 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Berdasarkan laporan Gold Demand Trends Q2 2026 yang dirilis, permintaan emas batangan dan koin di Indonesia meningkat menjadi 15 ton.

Head of Asia-Pacific dan Global Head of Central Banks, Shaokai Fan, mengatakan Indonesia kembali menjadi salah satu pasar emas dengan kinerja investasi terkuat secara global pada kuartal kedua.

“Permintaan emas batangan dan koin melonjak hingga 40 persen yoy meskipun kenaikan harga emas melandai,” ujar Shaokai dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (1/8).

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp 7.000 per Gram Hari Ini, Tembus Rp 2,728 Juta!

Shaokai mengatakan, ketahanan permintaan tersebut mencerminkan adanya pergeseran perilaku investor.

Para investor lebih memilih emas di tengah berlanjutnya pelemahan rupiah dan ketidakpastian ekonomi global.

“Alih-alih sekadar merespons fluktuasi harga jangka pendek, semakin banyak investor di Indonesia yang memandang emas sebagai aset strategis untuk jangka panjang, terutama di tengah berlanjutnya pelemahan rupiah dan ketidakpastian prospek ekonomi domestic," ujarnya.

Peluncuran Bullion Ecosystem Development Roadmap Indonesia juga mencerminkan semakin besarnya pengakuan terhadap peran strategis emas dalam sistem keuangan nasional.

“Ke depan, kami memperkirakan bahwa inisiatif ini, yang didukung oleh kuatnya fundamental investasi jangka panjang, akan mendorong partisipasi investor secara lebih luas sekaligus membuka akses ke beragam produk investasi emas,” ucapnya.

Baca Juga: Harga Emas Antam 31 Juli 2026: Naik Rp 15 Ribu, Tembus Rp 2,72 Juta per Gram

Shaokai mengatakan, Investasi pada ETF emas, emas batangan, dan koin turun menjadi 262 ton pada kuartal kedua, karena turunnya harga emas meredam tingginya tren permintaan pada awal tahun.

Penurunan tersebut terutama dipicu oleh arus dana keluar (outflow) sebesar 45 ton dari ETF emas fisik.

Meski demikian, permintaan ETF sepanjang semester pertama mencatatkan arus masuk bersih sebesar 18 ton.

Sementara itu, investasi emas batangan dan koin relatif stabil dengan penurunan hanya 3 persen secara tahunan.

Secara kumulatif, permintaan pada semester pertama masih 21 persen lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Harga Emas Antam 30 Juli 2026: Turun Rp 12.000 Jadi Rp 2.706.000 per Gram

“Hal ini didukung oleh kinerja yang sangat kuat pada kuartal pertama. Di sisi lain, investasi dari Asia mendorong permintaan di luar bursa resmi (OTC), dengan kenaikan positif mencapai 327 ton pada kuartal kedua dan 571 ton sepanjang semester pertama,” ucapnya.

 

EDITOR: Bayu Putra