← Beranda
Bantah BUMN Rugi, COO Danantara Dony Oskaria Ungkap Laba Konsolidasi Capai Rp335 Triliun
Djati WaluyoJumat, 12 Juni 2026 | 15.37 WIB
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria. (Harianto/Antara)

JawaPos.com - Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, membantah anggapan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merugi secara keseluruhan.

Ia menegaskan bahwa BUMN membukukan laba konsolidasi Rp335 triliun dan berkontribusi sekitar Rp600 hingga Rp700 triliun per tahun terhadap pendapatan negara pada 2025.

“BUMN itu untung. Tahun 2025 itu (untung) Rp335 triliun. Jadi itu bohong kalau bilang BUMN itu secara konsolidasi rugi. Itu bohong. Yang rugi itu hanya Rp20 triliun,” ujar Dony dikutip Jumat (12/6).

Donny mengatakan, laba BUMN masih berpotensi meningkat apabila perusahaan-perusahaan yang merugi berhasil disehatkan atau dilakukan langkah efisiensi yang diperlukan.

“Kalau yang rugi ini kita tutup, berarti untung kita menjadi Rp355 triliun. Jadi bisa disampaikan ke masyarakat, kita enggak rugi. Sudah pasti. Tapi untungnya belum maksimal,” ujarnya.

Baca Juga: Danantara Banjir Kritik karena Dinilai Tak Transparan Kelola Dana

Selain mencatat laba ratusan triliun rupiah, Dony menuturkan bahwa BUMN juga memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan negara melalui pajak dan berbagai setoran lainnya.

“Kontribusi BUMN itu terhadap pendapatan negara, di luar dari laba plus pajak, itu kurang lebih hampir sekitar Rp600–700 triliun setiap tahun. Jadi BUMN kita itu besar,” ungkapnya.

Dony mengatakan Presiden Prabowo Subianto berharap kehadiran Danantara dapat memperkuat kapasitas dan nilai ekonomi BUMN sehingga kontribusinya terhadap pembangunan nasional semakin besar.

“Makanya Presiden (Prabowo) berharap dengan adanya Danantara ini jauh menjadi lebih besar lagi,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kontribusi BUMN, termasuk menuju target Rp800 triliun per tahun, Dony mengakui tantangan yang dihadapi tidak ringan. Namun, ia optimistis target tersebut dapat dicapai melalui transformasi menyeluruh di lingkungan BUMN.

Menurutnya, Danantara saat ini menjalankan sejumlah langkah strategis, mulai dari konsolidasi perusahaan, penyederhanaan jumlah entitas usaha, hingga penyusunan peta jalan baru yang lebih terarah.

“Kita mengurangi dulu jumlah perusahaan kita. Kita melakukan konsolidasi dalam perusahaan kita. Kita membangun roadmap yang baru. Kita membangun competitive advantage daripada perusahaan kita,” jelasnya.

Selain memperkuat struktur bisnis, Danantara juga berfokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM). Dony menilai peningkatan kualitas talenta menjadi faktor penting agar BUMN mampu bersaing di tingkat global.

Dony menyebut transformasi BUMN yang saat ini berjalan merupakan upaya fundamental untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan efisiensi, dan memperbesar kontribusi perusahaan negara terhadap pembangunan nasional.

“Saya sangat optimistis bahwa kita bisa melakukan ini. Dan dengan keyakinan penuh, kita akan membuat BUMN-BUMN kita menjadi lebih baik lagi. Tidak ada pilihan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa transformasi tersebut bertujuan membangun fondasi yang kuat bagi generasi mendatang serta memastikan BUMN mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju negara maju.

“Saya ingin sekali meninggalkan BUMN-BUMN kita dalam keadaan yang bagus. Dan tidak perlu saya yang dikenang. Tetapi paling tidak Danantara berhasil untuk mewujudkan mimpi dan harapan banyak rakyat Indonesia,” pungkasnya.

 

EDITOR: Mohamad Nur Asikin