Duka itu bukan hanya milik Unesa. Surabaya kehilangan. Indonesia kehilangan. Doa bersama secara virtual yang diadakan Unesa tadi malam juga diikuti tokoh-tokoh dari luar Surabaya. Di antaranya, Faisal Basri dan Eka Budianta.
"Jadilah orang yang kreatif, bukan reaktif." Nasihat itu melekat pada benak Hananto. Sebab, Budi Darma tidak sekadar menasihatkannya, tetapi juga mempraktikannya. Di mata Hananto, Budi Darma adalah sosok yang tidak pernah berhenti berkreasi. Khususnya menulis.
Menulis sudah menjadi bagian hidup Budi Darma. Suami Sita Resmiati itu menulis setiap hari. Bahkan, dia rela mengorbankan jam tidurnya untuk menuntaskan tulisan. Dalam untaian keheningan dini hari itulah karya-karya Budi Darma lahir. Salah satunya adalah cerpen bertajuk Pilot Bejo yang dalam waktu dekat diangkat menjadi film.
Sebelum pandemi Covid-19 melanda, Hananto menyatakan bahwa sang ayah rajin mengunjungi mal. Baik untuk makan bersama kerabat dan keluarga maupun menemui tamu. Termasuk bertemu dengan Dewi Umaya yang menyutradarai Pilot Bejo. ’’Biasanya, Sabtu atau Minggu itu bapak ngajak ke mal,’’ ungkap Hananto kepada Jawa Pos.
Namun, semuanya berubah saat persebaran virus SARS-CoV-2 makin tidak terkendali. Rutinitas menulis pada dini hari tidak lagi Budi Darma lakukan. Bepergian ke mal, apalagi. Bapak tiga anak itu benar-benar mengurangi mobilitasnya.
Menjelang doa bersama tadi malam, Rektor Unesa Nurhasan menegaskan bahwa Budi Darma adalah sosok besar yang sangat rendah hati. ’’Beliau sangat menghormati orang lain. Bahkan yang bukan siapa-siapa,’’ ungkap guru besar yang akrab disapa Cak Hasan tersebut.
Hananto pun menyatakan, kerendahan hati adalah ciri sang ayah. ’’Jarang atau malah tidak pernah menyebutkan atau memperkenalkan dirinya sebagai Profesor Budi Darma. Bapak itu tidak suka membawa-bawa gelar,’’ paparnya.
Kendati demikian, Budi Darma adalah ayah dan pendidik yang keras dan egaliter. ’’Tapi, tetap fleksibel,’’ ujar Hananto. Budi Darma bisa menjadi kritikus yang keras, tetapi tidak pernah merendahkan. Baik dalam tutur kata maupun perilaku. Selaras dengan nama yang dia sandang. Budi yang berarti paduan akal dan perasaan yang baik. Serta, Darma yang berarti kebenaran.
WARISAN BUDI DARMA
- Kekhasan: Mampu menyelesaikan satu cerpen dalam sekali duduk
- Alasan: Tidak kehilangan konsep awal
- Durasi rata-rata: Enam jam
Menulis ala Budi Darma
Persiapan awal:
- Menulis draf pada kertas atau buku catatan
- Menyalin draf di mesin tik
Persiapan mengetik:
- Mood bagus
- Energi cukup
Pertanyaan yang Memicu Karya Budi Darma
- Kalau setiap hari laut diberi pasokan air dari sekian banyak sungai, mengapa laut tidak pernah banjir? (Olenka)
- Apakah manusia juga seperti tupai yang berada di dalam sangkar kawat berputar itu? (Rafilus)
- Jika ia berlayar, apakah ujung langit itu akan mampu ia capai? (Laki-Laki Setengah Umur)
Sumber: Diolah dari berbagai sumber