JawaPos.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengingatkan para pelajar agar disiplin dalam menggunakan handphone (HP), laptop, dan komputer.
Menurutnya, penggunaan perangkat tersebut telah menjadi bagian dari keseharian anak-anak sehingga perlu dibatasi agar tidak digunakan secara berlebihan.
"Gadget, HP, laptop, komputer itu sudah pemandangan anak-anak mungkin setiap hari. Anak-anak sekalian kembali lagi kepada disiplin kalian," ujar Rano Karno dalam penyerahan bantuan kacamata kepada pelajar penerima manfaat di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Jumat (25/9).
Rano mengatakan, penggunaan gawai dalam waktu lama terkadang tidak disadari. Dia kemudian membagikan pengalamannya ketika mengalami gangguan pada mata sekitar satu setengah bulan lalu.
"Benar, kadang-kadang kita tidak tahu kapan kita selesai menggunakan HP atau menggunakan komputer. Anak-anak sekalian, satu bulan setengah yang lalu, mata saya pecah Pak. Saya kena apa namanya, bukan matanya pecah tapi artinya karena tensi tiba-tiba tinggi, daging rapat, mata Bapak berdarah," ujarnya.
Rano menjelaskan, kondisi tersebut awalnya membuat matanya terlihat merah. Namun, secara bertahap warna pada matanya berubah menjadi hitam.
"Awalnya seperti merah tapi lama-lama menjadi hitam. Ini menjadi pertanyaan buat anak-anak sekalian, jangan sampai terjadi seperti ini," ujarnya.
Dia mengatakan, kondisi tersebut dapat ditangani dengan obat tetes mata. Namun, Rano mengaku harus membatasi penggunaan handphone dan komputer selama sekitar dua pekan.
"Memang alhamdulillah obatnya cuma pakai tetes mata saja Pak. Tapi dalam waktu dua minggu, saya harus tidak boleh menggunakan HP dan juga menggunakan komputer terlalu lama," ucapnya.
Program Pemeriksaan Mata Pelajar
Pesan tersebut disampaikan Rano dalam kegiatan penyerahan bantuan kacamata kepada pelajar penerima manfaat program Mata Cemerlang, Prestasi Gemilang yang digelar BCA melalui program Bakti BCA.
Program tersebut telah berjalan sejak April 2026 dengan pemeriksaan mata dan deteksi dini gangguan penglihatan di 16 sekolah di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.
Hingga saat ini, lebih dari 3.500 pelajar telah menjalani pemeriksaan mata. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 pelajar diketahui mengalami gangguan penglihatan dan mendapatkan tindak lanjut, termasuk bantuan kacamata korektif serta vitamin.
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Jumat (25/9), dan turut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, BCA, pihak sekolah, serta para pelajar penerima manfaat.
Direktur BCA, Antonius Widodo Mulyono, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen Bakti BCA dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya pelajar.
Menurutnya, pemeriksaan dan deteksi dini gangguan penglihatan perlu dilakukan sejak anak-anak karena mereka merupakan generasi masa depan Indonesia.
"Kesehatan mata kini telah menjadi salah satu tantangan krusial yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Kami berharap pemeriksaan sejak dini dan dukungan kacamata korektif dapat membantu para pelajar melihat dengan lebih baik, sehingga mereka dapat belajar dan berkembang secara lebih optimal," ujar Antonius.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan pelaksanaan program di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu menjadi upaya BCA memperluas akses pemeriksaan kesehatan mata, khususnya di wilayah yang memiliki tantangan dalam memperoleh layanan kesehatan.
Melalui program tersebut, BCA menghadirkan layanan pemeriksaan mata secara langsung ke sekolah sehingga pelajar dapat memperoleh deteksi dini tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
"Kepulauan Seribu menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian khusus dalam pelaksanaan program tahun ini. Kondisi geografis kepulauan membuat akses terhadap layanan kesehatan mata tidak selalu mudah dijangkau, baik dari sisi ketersediaan tenaga medis maupun fasilitas pemeriksaan," ujar Hera.
Dia mengatakan, program tersebut diharapkan dapat membantu memperluas akses kesehatan mata bagi pelajar, termasuk mereka yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.
"Melalui program Mata Cemerlang, Prestasi Gemilang dengan melakukan pemeriksaan dan deteksi dini gangguan penglihatan bagi pelajar, BCA berupaya memperluas akses kesehatan mata bagi pelajar, termasuk mereka yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan," ujarnya.