← Beranda
Rahasia Desa Wisata Lerep Raup Omzet Rp 722 Juta
Ryandi ZahdomoSabtu, 25 April 2026 | 06.49 WIB
Desa Wisata Lerep di Ungaran raih omzet Rp 722 juta pada 2025.

JawaPos.com - Desa Wisata Lerep di Kecamatan Ungaran Barat resmi menjadi primadona baru di Jawa Tengah. Sepanjang tahun 2025, destinasi ini mencatatkan prestasi gemilang dengan membukukan omzet fantastis mencapai Rp 722.067.000.

Angka ini bukan sekadar statistik. Ini adalah bukti nyata keberhasilan program pemberdayaan masyarakat yang digawangi oleh PT PLN (Persero). Sebanyak 8.555 wisatawan tercatat berkunjung untuk menikmati keasrian suasana pedesaan sepanjang tahun lalu.

Keberhasilan Desa Lerep terletak pada konsep wisatanya yang terintegrasi. Pengunjung tidak hanya sekadar "mampir", tetapi mendapatkan pengalaman langsung. Mulai dari edukasi peternakan, pertanian, hingga pelestarian seni budaya menjadi menu utama yang ditawarkan.

Variasi aktivitas ini terbukti ampuh menarik minat pelancong sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga lokal. Ekonomi desa pun bergerak lebih dinamis seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan.

Di balik layar, peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rukun Santoso sangatlah vital. Dengan semangat gotong royong dan pengelolaan yang profesional, mereka terus berinovasi menyusun paket wisata yang kompetitif.

Dampak Langsung bagi Kesejahteraan Warga

Pertumbuhan sektor pariwisata ini memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Lapangan kerja baru terbuka lebar dan sektor UMKM lokal pun ikut menggeliat.

Ketua KWT Sumber Hasil, Sulistyowati, mengungkapkan bahwa dukungan PLN membawa perubahan nyata pada skala ekonomi rumah tangga warga.

"Program pembinaan ini membantu warga mengolah potensi desa mereka. Hasilnya kini menjadi produk wisata yang bernilai jual. Kesejahteraan warga Lerep mengalami perbaikan," katanya.

Sinergi Berkelanjutan untuk Ekonomi Desa

Kemitraan antara PLN dan warga Lerep merupakan contoh sukses program tanggung jawab sosial (TJSL) yang berkelanjutan. Fokus utamanya bukan sekadar membangun fasilitas, melainkan memandirikan ekonomi desa.

General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, memberikan apresiasi tinggi atas capaian ini. Ia menekankan bahwa model pendekatan berbasis potensi lokal adalah kunci ekosistem yang awet.

"Desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi subjek utama yang berperan aktif dalam mengelola dan mengembangkan potensi yang dimiliki untuk menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkap Munawwar.

Kedepannya, PLN berkomitmen untuk terus mendampingi desa-desa potensial lainnya. Melalui sinergi yang erat, seperti yang dilakukan PLN UP2B Jawa Tengah dan DI Yogyakarta dengan warga Lerep, diharapkan lebih banyak desa berdaya yang mampu mengoptimalkan alamnya menjadi nilai ekonomi tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

EDITOR: Estu Suryowati