JawaPos.com - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Ego Syahrial mengakui jika penemuan cadangan minyak dan gas (migas) sepanjang tahun 2017 mengalami penurunan.
"Artinya, saya akui bahwa penemuan kita ngak bertambah banyak malah makin kurang. Kita menyedot satu barel, kita nemu penggantinya cuman 0,6 barel. Jadi memang ada penurunan produksi," ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (9/1).
Meski demikian, Ego membantah jika dikatakan cadangan migas Indonesia habis. Menurutnya, berkurangnya penemuan migas baru tersebut karena eksplorasi migas baru mencapai 45 persen.
"Apakah cadangan migas habis? Tidak. Kita punya 128 cekungan migas, hanya 45 persen yang betul-betul kita eksplorasi, ada yang ngak menghasilkan sama apa-apa. Ada potensi di Indonesia Timur yang belum disentuh. Nah ini yang jadi tugas kita," jelas dia.
Kedepan, pihaknya berjanji akan melakukan perbaikan dari sisi kebijakan, khususnya dalam mendukung kegiatan eksplorasi. Apalagi, sektor energi akan memasuki rezim baru dari sebelumnya cost recovery menjadi Gross Split.
"Ini yang akan kita kerjakan kedepan. Perubahan policy pemerintah dari rezim CS ke GS ini salah satu solusi untuk bisa lebih efisien. Ini bisa menggiatkan lagi eksplorasi. Indikatornya sudah ada, dari 7 penawaran 5 diantaranya masuk," pungkasnya.