← Beranda

Bandara Internasional Dhoho Kediri akan Beroperasi, Simak 6 Bandara Lain yang Berlokasi di Jawa Timur

Nisrina Fauziyah FahrudinSabtu, 11 November 2023 | 19.05 WIB
Ilustrasi bangunan Bandara Internasional Dhoho Kediri. Sumber: (akun X @txttransportasi)

JawaPos.com – Bandara Internasional Dhoho Kediri telah mendekati tahap penyelesaian dengan ditandai adanya verifikasi oleh Kementerian Perhubungan pada Kamis (9/11).

Sebagai salah satu calon bandara penting di Jawa Timur, Bandara Internasional Dhoho Kediri harus menyediakan fasilitas terbaik, sejajar dengan standar Bandara Juanda yang sudah memiliki fasilitas lengkap, baik di dalam maupun sekitar area bandara.

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Perhubungan Udara RI pada Jumat (10/11), selain Bandara Internasional Dhoho Kediri dan Juanda Surabaya, ternyata Jawa Timur juga memiliki bandara yang lain. Berikut daftar bandara yang ada di Jawa Timur.

Bandara Internasional Dhoho, Kediri

Bandara Internasional Dhoho berlokasi di Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Pembangunan bandara ini melibatkan kerjasama antara pemerintah dan badan usaha Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) dengan PT Surya Dhoho Investama sebagai anak perusahaan dari PT Gudang Garam Tbk.

Baca Juga: Sinopsis The Autopsy of Jane Doe (2016), Otopsi Jenazah Misterius dan Lingkaran Kematian yang Tidak Ujungnya

Bandara ini dijadwalkan akan beroperasi pada 8 Desember mendatang dan melayani tiga rute penerbangan, di antaranya Kediri-Bali, Kediri-Jakarta, dan Kediri-Jeddah.

Bandara Internasional Juanda, Surabaya

Bandara Internasional Juanda terletak di Kecamatan Sedati, Sidoarjo. Bandara ini merupakan salah satu bandara terbesar dan tersibuk ketiga di Indonesia.

Lokasinya berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Surabaya dan dapat diakses melalui jalan tol dan transportasi umum

Baca Juga: Kiper Timnas Ikram Al Ghiffari, Tampil Cemerlang saat Tahan Gempuran Timnas Ekuador

Fasilitas yang ada di bandara ini juga sangat lengkap, mengingat pernah diraihnya berbagai penghargaan dan sertifikasi dalam bidang pelayanan bandara seperti adanya ruang tunggu, restoran, dan area perbelanjaan.

Sebelum adanya Bandara Internasional Banyuwangi, Bandara Juanda menjadi satu-satunya bandara internasional di Jawa Timur dan telah melakukan penerbangan komersial sejak tahun 2006.

Beberapa maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara Juanda meliputi Garuda Indonesia, Indonesia AirAsia, Indonesia AirAsia X, dan Sriwijaya Air.

Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang

Bandara Abdul Rachman Saleh berlokasi di Jalan Komodor Udara Abdul Rachman Saleh, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Pangkalan udara tersebut terletak sekitar 17 kilometer ke timur dari pusat Kota Malang.

Sebelum dinamai Abdul Rachman Saleh, bandara ini diberi nama Pangkalan Udara Bugis. Pembangunan Lanud ini berlangsung pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda sekitar tahun 1937-1940.

Baca Juga: Trending! Gol Perdana Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17 2023 Tuai Komentar Positif Warganet

Kemudian, berdasarkan dedikasi dan jasa-jasa Prof. Dr. Abdulrachman Saleh dalam usahanya mengembangkan AURI dan memperjuangkan bangsa Indonesia, nama beliau dijadikan sebagai nama resmi bandara tersebut hingga saat ini.

Bandara ini memiliki dua landasan pacu yang didesain untuk pesawat berbadan kecil dengan panjang 1.500 meter dan pesawat berbadan lebih besar dengan panjang 2.300 meter.

Jadwal penerbangan di Bandara Abdul Rachman Saleh mencakup berbagai destinasi seperti Banyuwangi, Denpasar, Jakarta, dan Yogyakarta.

Bandara Notohadinegoro, Jember

Bandara Notohadinegoro ini berada di Jl. Bandara Notohadi Negoro, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember.

Bandara ini merupakan satu-satunya bandara perintis yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah.

Baca Juga: Mamalia Langka David Attenborough Ditemukan Kembali di Papua Setelah Dinyatakan Punah

Karena tidak termasuk dalam daerah 3 T, yaitu daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal, bandara ini jadi tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan dukungan anggaran dari pendapatan belanja negara (APBN).

Bandara Notohadinegoro didirikan di atas lahan seluas 120 hektar yang merupakan hak guna usaha (HGU) milik PT Perkebunan Nusantara 12.

Walaupun begitu, keberadaan Bandara Notohadinegoro Jember makin hari makin memprihatinkan, karena lama tak melayani penerbangan akibat lemahnya pengelolaan yang ada.

 

Bandara Internasional Banyuwangi

Bandara Internasional Banyuwangi terletak di Desa Blimbingsari, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi.

Bandara ini memiliki landas pacu sepanjang 2250 meter dan telah beroperasi sejak Desember 2010.

Pada tahun 2009, bandara yang awalnya dikenal sebagai Bandara Blimbingsari ini digunakan oleh Bali International Flight Academy untuk pelatihan lepas landas calon pilot.

Pada tanggal 29 Desember 2010, bersamaan dengan maskapai Sky Aviation yang mulai beroperasi, Bandara Blimbingsari resmi sebagai bandara komersil di Indonesia.

Baca Juga: Google Akan Hapus Permanen Akun Gmail yang Dinilai Tidak Aktif, Mulai Desember 2023

Pada tahun 2017, sesuai dengan keputusan Menteri Perhubungan, nama bandara tersebut diubah menjadi Bandara Internasional Banyuwangi dan dikelola oleh Angkasa Pura II.

Bandara Harun Thohir, Gresik

Bandara Harun Thohir atau dikenal dengan Bandara Bawean terletak di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Bandara ini mulai beroperasi sejak tahun 2016.

Runway bandara ini memiliki ukuran yang terbatas dan sulit untuk diperpanjang, sehingga jadwal penerbangan sangat terbatas dan hanya melayani penerbangan dengan rute dari dan menuju Surabaya.

Bandara Trunojoyo, Madura

Bandara Trunojoyo yang baru diresmikan tahun 2022 lalu ini, berada di Kabupaten Sumenep.

Dengan beroperasinya Bandara Trunojoyo, waktu tempuh dari pulau sekitar Madura ke Surabaya dapat dipangkas menjadi hanya satu jam jika menggunakan pesawat.

Beberapa rute yang dicanangkan adalah Madura-Surabaya, Madura-Bawean, Madura-Pangurungan dan Madura-Banyuwangi.

Sebelumnya, apabila menggunakan kapal laut, masyarakat di sekitar Madura harus menempuh perjalanan yang memakan waktu berhari-hari.

Bandara Trunojoyo menempati lahan seluas 34 hektare. Proyek pembangunan bandara ini telah dimulai sejak tahun 1979 dan sekarang telah selesai dikembangkan menjadi bandara dengan landasan pacu berpanjang 1.600 meter dan gedung bandara seluas 3.600 meter.

EDITOR: Bintang Pradewo