← Beranda
Duka Karhutla Bromo, PKB Minta Keselamatan Relawan dan Petugas jadi Prioritas
Muhammad Ridwan• Rabu, 21 Oktober 2026 | 04.31 WIB
Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pasuruan, Yusuf Daniyal, bersama Ketua Badan Persaudaraan Antariman (BERANI) Kabupaten Pasuruan, Etwin Oktavianus Tampanguma, mengunjungi rumah duka almarhum Sukaris di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. (PKB)

 

JawaPos.com - Musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, meninggalkan duka mendalam. Peristiwa yang merenggut nyawa relawan dan petugas tersebut menjadi kehilangan besar bagi keluarga korban sekaligus menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi para personel di lapangan.

Sebagai bentuk kepedulian, Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pasuruan, Yusuf Daniyal, bersama Ketua Badan Persaudaraan Antariman (BERANI) Kabupaten Pasuruan, Etwin Oktavianus Tampanguma, mengunjungi rumah duka almarhum Sukaris di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Senin (19/10).

Kunjungan takziah tersebut dilakukan atas instruksi Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin. Kehadiran perwakilan PKB itu menjadi wujud belasungkawa sekaligus dukungan moral bagi keluarga yang tengah menghadapi kehilangan orang tercinta.

Dalam kesempatan tersebut, Yusuf Daniyal menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas musibah yang menimpa para relawan dan petugas. Ia menilai, setiap korban jiwa dalam suatu bencana merupakan kehilangan besar yang membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama.

Baca Juga: BULOG dan DPR RI Luncurkan Bantuan Pangan Beras Tahap III, Pastikan Bantuan Hingga Akhir 2026

“Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan kehilangan ini. Kami berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi masa yang sangat berat,” kata Yusuf di Pasuruan, Selasa (20/10).

Yusuf juga menyampaikan bahwa Gus Muhaimin menitipkan salam serta ucapan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan untuk melewati masa berkabung dan memperoleh dukungan dari lingkungan sekitar.

Menurut Yusuf, kepedulian terhadap keluarga korban tidak seharusnya berhenti pada penyampaian ucapan belasungkawa. Dukungan moral dan solidaritas sosial perlu terus diberikan agar keluarga yang ditinggalkan merasa didampingi dalam menghadapi masa sulit setelah musibah tersebut.

Selain menyampaikan takziah, Yusuf menyoroti pentingnya peningkatan perlindungan bagi relawan dan petugas yang menjalankan tugas penanganan bencana. Aspek keselamatan, kata dia, perlu menjadi perhatian utama untuk mengurangi risiko kecelakaan dan jatuhnya korban jiwa saat bertugas di lapangan.

Ketersediaan perlengkapan keselamatan, kesiapan personel, koordinasi antarlembaga, serta penerapan prosedur penanganan bencana yang tepat dinilai perlu diperkuat.

"Langkah tersebut penting agar para petugas dan relawan dapat menjalankan tugas dengan perlindungan yang memadai," pungkasnya.

EDITOR: Sabik Aji Taufan