← Beranda
Bahaya Abu Vulkanik Lewotolok, AirNav Perpanjang Penutupan Bandara Wunopito
Ryandi Zahdomo• Kamis, 24 September 2026 | 17.44 WIB
ILUSTRASI: Sejumlah kru darat membersihkan badan pesawat dari paparan partikel abu vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (07/09/2026). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)

JawaPos.com - AirNav Indonesia resmi memperpanjang penutupan operasional Bandara Wunopito di Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT, mulai Kamis (24/9) pukul 07.50 WITA hingga Jumat (25/9/2026) pukul 07.00 WITA akibat sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolok.

EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro menuturkan, keselamatan penumpang merupakan prioritas utama. Untuk itu pihaknya telah menerbitkan NOTAM baru sebagai acuan.

"AirNav Indonesia kembali memperbarui informasi penutupan Bandara Wunopito (WATW), Lewoleba, melalui NOTAM C1239/26 NOTAMR C1231/26," ujarnya, Kamis (24/9).

Baca Juga: Dicecar Hakim MK, KPU Akui Tak Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Penerbitan NOTAM tersebut mengacu pada dokumen peringatan ASHTAM VAWR0090 terkait aktivitas erupsi Gunung Lewotolok.

Peringatan dini yang masuk dalam wilayah Flight Information Region (FIR) Ujung Pandang ini ditetapkan dengan status pengawasan Colour Code Orange.

Berdasarkan hasil pemantauan udara, sebaran abu vulkanik teridentifikasi mulai dari permukaan tanah hingga ketinggian FL070.

Material abu tersebut terdeteksi bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 10 knot.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Sagitarius 24 September 2026: Mulai dari Cinta, Karier, Kesehatan, dan Keuangan

Langkah tegas ini diambil karena sebaran material abu vulkanik berisiko tinggi membahayakan mesin dan keselamatan penerbangan di wilayah tersebut.

Posisi Bandara Sangat Dekat dengan Bahaya

Data ASHTAM mencatat lokasi Bandara Wunopito berada di posisi paling rawan karena tercantum sebagai nearest aerodrome yang hanya berjarak 5 Nautical Miles (NM) dari area paparan abu vulkanik.

Selain Wunopito, beberapa bandara terdekat lainnya yang masuk dalam daftar pengawasan meliputi:

- Bandara Gewayantana (WATL): Berjarak 8 NM dari area abu.

- Bandara Kabir (WATP): Berjarak 42 NM dari area abu.

- Bandara Fransiskus Xaverius Seda (WATC): Berjarak 59 NM dari area abu.

AirNav Indonesia memastikan akan terus memperbarui informasi operasional secara berkala sesuai dengan perkembangan kondisi abu vulkanik di lapangan.

EDITOR: Bintang Pradewo