JawaPos.com - Abrasi masih menjadi persoalan di wilayah pesisir Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Berdasar data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Karawang pada 2020, lebih dari 23 kilometer garis pantai di wilayah tersebut berada dalam kondisi abrasi yang buruk.
Pohon Mangrove pun menjadi hal yang sentral untuk mengatasi hal ini.
Baca Juga: Periksa 27 Saksi, Polisi Dalami Prosedur Izin Berlayar KMP Mutiara Sentosa II
Kondisi itu menjadi salah satu alasan dilakukannya penanaman 1.000 bibit mangrove di Pantai Jaya Bahari, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Karawang.
Kegiatan tersebut digelar Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang bersama Unicharm Indonesia dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia.
Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kawasan pesisir.
Baca Juga: Kapal TB MT20 1301 Tenggelam di Perairan Bawean, 8 ABK Berhasil Diselamatkan
Vegetasi tersebut dapat membantu menyerap karbon, melindungi garis pantai dari gelombang tinggi, serta mengurangi risiko erosi dan abrasi.
Hari Mangrove Sedunia diperingati setiap 26 Juli.
Peringatan yang ditetapkan UNESCO tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya ekosistem mangrove bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.
Persoalan abrasi di Karawang tidak hanya berdampak terhadap kondisi lingkungan, tetapi juga dapat mengancam kawasan yang menjadi tempat tinggal dan aktivitas masyarakat pesisir.
Karena itu, upaya pemulihan ekosistem menjadi salah satu langkah yang diperlukan untuk menjaga kawasan pantai.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Keanekaragaman Hayati DLHK Kabupaten Karawang Agus Mustaqim mengapresiasi penanaman mangrove yang dilakukan kedua pihak.
Baca Juga: Dana dari BGN Belum Cair, 5 Dapur MBG di Wonogiri Pilih Mogok Masak
“Mangrove memiliki peran vital sebagai benteng alami pelindung daratan. Isu abrasi dan pelestarian lingkungan adalah tantangan besar yang tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendirian," terang Agus.
"Oleh karena itu, kolaborasi strategis lintas sektor antara pemerintah dan dunia usaha seperti ini merupakan kunci utama dalam merealisasikan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Karawang," kata Agus di Karawang, Jawa Barat, dikutip Selasa (25/9).
Sementara itu, Direktur Unicharm Indonesia Eiji Ito mengatakan, perusahaan yang mengoperasikan dua pabrik di Karawang memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasional.
Baca Juga: Kebakaran di Kawasan Gunung Bromo Meluas hingga 200 Hektare
“Sebagai perusahaan yang mengoperasikan dua unit pabrik di wilayah Karawang, Kami memiliki tanggung jawab moral yang kuat untuk menjaga kelestarian lingkungan setempat,” jelas Eiji Ito.
“Kami berharap upaya ini mampu membantu mereduksi laju abrasi pantai, memulihkan keseimbangan ekosistem kelautan, memberikan rasa aman bagi warga sekitar,” imbuh dia.
Penanaman tersebut tidak berhenti pada kegiatan penanaman bibit.
Baca Juga: Hadir di Bali Interfood Expo 2026, BPDP Kenalkan Potensi Produk Turunan Kakao
Perusahaan bersama pihak terkait juga akan melakukan pemantauan secara berkala terhadap pertumbuhan mangrove untuk memastikan tanaman dapat berkembang dan bertahan di kawasan pesisir tersebut.