← Beranda
Gubernur Jatim Khofifah Siap Sinergi dengan Pimpinan Baru PBNU untuk Membangun Bangsa 
Ardini PramithaSelasa, 1 September 2026 | 15.12 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku siap bersinergi dengan pimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). (Istimewa)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku siap bersinergi dengan pimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang baru saja terpilih dalam Muktamar ke-35 NU. 

Diketahui, KH Miftachul Akhyar terpilih sebagai Rais Aam dan juga KH Abdul Hakim Mahfudz terpilih menjadi Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031. 

Khofifah menegaskan Pemprov Jawa Timur siap berkolaborasi dengan Nahdlatul Ulama dalam berbagai program pembangunan, pemberdayaan ekonomi keumatan, terutama yang berkaitan langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

NU memiliki posisi yang sangat strategis dalam perjalanan pembangunan Jawa Timur.

“Banyak hal yang bisa di kolaborasikan, terutama dalam membangun kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi umat, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan kehidupan sosial dan keagamaan,” katanya Khofifah usai menghadiri penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8). 

Khofifah berharap kepemimpinan baru PBNU dapat membawa Nahdlatul Ulama semakin kokoh dalam menjalankan khidmah keumatan, kebangsaan, serta menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat luas.

Sebagai organisasi yang memiliki akar kuat di tengah masyarakat, NU dinilai memiliki kontribusi besar dalam menjaga ketahanan sosial sekaligus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca Juga: Khofifah Doakan Emil Jadi Komandan Jawa Timur Saat Hadiri Musda Demokrat

Karena itu, Khofifah berharap kepemimpinan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031 dapat terus merawat soliditas organisasi serta mengayomi seluruh elemen Nahdlatul Ulama.

“Soliditas dan persatuan harus menjadi kekuatan utama agar NU semakin besar manfaatnya bagi umat dan bangsa. Perbedaan pandangan merupakan bagian dari dinamika organisasi, tetapi setelah keputusan diambil, mari bersama-sama menjaga persatuan dan memperkuat ukhuwah,” tuturnya.

Khofifah pun menilai peran NU sebagai salah satu kekuatan moderasi Islam di Indonesia perlu terus diperkuat. 

Nilai tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i'tidal menjadi prinsip penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, adil, dan saling menghormati. 

Prinsip-prinsip tersebut juga menjadi bagian dari manhaj Ahlussunnah wal Jamaah yang menjadi landasan NU.

Menurutnya, nilai toleransi, kerukunan, keseimbangan, serta penghormatan terhadap perbedaan menjadi modal penting dalam menjaga kehidupan sosial yang damai, terlebih di tengah derasnya arus informasi, perkembangan teknologi, dan perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat.

“Semangat moderasi ini menjadi kontribusi penting NU dalam menjaga persatuan Indonesia. NU telah menunjukkan bahwa keberagamaan dan kebangsaan dapat berjalan beriringan. Ini yang harus terus kita rawat dan kuatkan,” jelasnya.

Khofifah juga berharap NU ke depan tetap menjadi ruang yang mampu mempertemukan berbagai perbedaan, membangun dialog, serta memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.

“NU harus terus menjadi rumah besar yang mampu merawat perbedaan, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan kesejukan. Dari Jawa Timur, kami siap terus membangun sinergi bersama NU untuk menghadirkan kemaslahatan yang semakin luas,” katanya. 

Terakhir, Khofifah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan oleh Ketua Umum PBNU masa khidmah 2021-2026 KH. Yahya Cholil Staquf. 

“Atas nama Pemprov Jatim saya menyampaikan selamat dan doa terbaik kepada KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz Ketua Umum PBNU terpilih,” ujarnya. 

“Semoga beliau senantiasa diberikan kekuatan untuk membawa NU semakin memberikan manfaat bagi umat, bangsa dan negara,” tandasnya.

 

EDITOR: Edy Pramana