← Beranda
TNI Bangun Delapan Jembatan di Maluku, Permudah Akses dan Waktu Tempuh
AntaraMinggu, 30 Agustus 2026 | 20.47 WIB
Pangdam XV/Pattimura Mayjen menyatakan pembangunan jembatan merupakan bagian dari Program Karya Bakti (Karbak) Skala Besar TNI AD 2026 di Maluku. (Istimewa)

 

JawaPos.com - TNI membangun delapan jembatan penghubung antardesa di Kabupaten Buru dan Buru Selatan, Provinsi Maluku. Pembangunan itu guna memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus membuka akses transportasi di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.

Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto mengatakan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari Program Karya Bakti (Karbak) Skala Besar TNI AD 2026 untuk memperkuat konektivitas dan mendukung aktivitas masyarakat di wilayah kepulauan.

”Kegiatan pembangunan jembatan ini merupakan program dari Presiden Prabowo Subianto melalui perintah KSAD. Alhamdulillah semuanya sudah selesai dan saya langsung melihat secara fisik,” kata Dody Triwinarto dilansir dari Antara.

Baca Juga: Melon Blitar Tembus Pasar Singapura, Bukti Pertanian Lokal Bisa Naik Kelas

Bagi warga di sejumlah wilayah Maluku, jarak bukan sekadar hitungan kilometer.

Kondisi geografis membuat perjalanan untuk membawa hasil pertanian maupun menjalankan aktivitas sehari-hari bisa memakan waktu berjam-jam.

Kini, setelah akses jembatan dibangun, perjalanan yang sebelumnya membutuhkan waktu hingga lima jam dapat dipangkas menjadi sekitar satu jam.

Baca Juga: Pelaku Penanaman Sawit di Lahan Eks Karhutla Bengkalis Ditangkap

Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto mengatakan, pembangunan jembatan diarahkan untuk menjawab persoalan akses yang selama ini dihadapi masyarakat.

Infrastruktur tersebut tidak hanya memudahkan mobilitas, tetapi juga membuka jalan bagi kegiatan ekonomi dan pendidikan warga.

”Saya lihat sangat membantu sekali untuk transportasi perdagangan atau jualan buah-buah mereka yang ada di desa-desa. Yang seharusnya lima jam ini bisa jadi satu jam,” kata Dody.

Bagi petani dan warga yang menjalankan aktivitas perdagangan, waktu tempuh yang lebih singkat membuat hasil pertanian lebih mudah dibawa keluar desa.

Akses tersebut juga memudahkan perjalanan anak-anak yang harus menuju sekolah dari satu dusun ke dusun lainnya.

Karena itu, pembangunan jembatan menjadi salah satu fokus program TNI AD di wilayah Maluku dan Maluku Utara yang memiliki karakter geografis kepulauan serta sejumlah daerah dengan akses sarana dan prasarana terbatas.

Baca Juga: Kapolri Tekankan Persatuan, Sebut NKRI Rumah Bersama bagi Setiap Anak Bangsa

Hingga 2026, Kodam XV/Pattimura telah menangani 55 titik Jembatan Garuda Merah Putih yang tersebar di 13 satuan kewilayahan.

Lokasinya meliputi Ternate, Masohi, Tual, Tidore, Namlea, Saumlaki, Tobelo, Labuha, Sula, Moa, Weda, Seram Bagian Barat, hingga Morotai.

Pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan Forkopimda, pemerintah daerah, kepolisian, serta tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga: Jika Terbukti Terjadi Politik Uang, Sekjen Himanu: Hasil Muktamar NU Bisa Dianulir

Seluruh jembatan tersebut telah rampung dikerjakan dengan waktu pengerjaan bervariasi, mulai kurang dari satu bulan hingga maksimal satu setengah bulan.

Dody menilai, manfaat jembatan akan semakin besar apabila masyarakat ikut menjaga dan memanfaatkannya dengan baik. Sebab, fasilitas tersebut dibangun untuk mendukung aktivitas warga dalam jangka panjang.

”Jika ada kendala, jika ada masalah jembatan ini tidak usah sungkan lapor kepada Babinsa, Danramil, atau Dandim. Tentu akan kita atensi karena ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Dody Triwinarto.

Baca Juga: Berbagi Ruang dengan Macan Tutul Jawa, Bukan Cuma Jumlah Satwa Tapi Kelangsungan Ekosistem

Pembangunan akses darat tersebut juga dilengkapi dengan dukungan mobilitas bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan kepulauan.

Kodam XV/Pattimura menyediakan 16 unit longboat yang didistribusikan melalui jajaran Kodim di Maluku dan Maluku Utara.

Sarana transportasi air itu menjadi bagian dari upaya menjangkau masyarakat yang aktivitasnya tidak sepenuhnya dapat mengandalkan jalur darat.

Dengan karakter wilayah yang terdiri atas banyak pulau, transportasi laut menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Baca Juga: Kisah Apes Koki MBG di Tuban: Diputus Gebetan Gelap, Ancam Sebar Video Intim hingga Berujung Bui 

Persoalan akses yang dihadapi warga juga tidak hanya berkaitan dengan mobilitas. Kebutuhan dasar seperti air bersih turut menjadi perhatian dalam program tersebut.

Melalui program TNI Manunggal Air, jajaran Kodam XV/Pattimura hingga 2026 telah membangun 98 titik sumur bor.

Pembangunannya tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Masohi, Tual, Namlea, Moa, Seram Bagian Barat, Ternate, Tidore, Tobelo, Labuha, Sula, Weda, dan Morotai.

Baca Juga: Hasnur Group Perkuat Dukungan Penanganan Karhutla di Kalimantan

Melalui pembangunan jembatan, penyediaan transportasi air, dan akses air bersih, Kodam XV/Pattimura berupaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat.

Salah satunya terlihat dari perjalanan yang sebelumnya membutuhkan lima jam, kini bisa ditempuh sekitar satu jam.

Bagi warga, perubahan waktu tempuh itu bukan sekadar angka.

Baca Juga: PERADI Profesional Sebut Advokat Wajib Lindungi Hak Masyarakat

Ada hasil pertanian yang lebih cepat sampai tujuan, anak sekolah yang lebih mudah bepergian, serta aktivitas sehari-hari yang menjadi lebih ringan.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah