JawaPos.com – Dunia boleh punya tantangan global, tapi jawabannya tidak harus seragam. Kunci justru ada di praktik manajemen yang sesuai dengan budaya dan kondisi lokal.
Itu benang merah yang diangkat dalam The 6th Asia Pacific Management Research Conference (APMRC) yang digelar 26–28 Agustus 2026 di PPM School of Management, Jakarta.
Mengusung tema Driving Global Change Through Local Management Practices for a Sustainable Future, konferensi ini mempertemukan 128 presenter dari 9 negara. Rinciannya, 47 presenter hadir langsung dan 81 lainnya daring.
Negara yang terlibat mulai dari Indonesia, Australia, Bangladesh, India, Italia, Jepang, Malaysia, Vietnam, hingga Thailand.
Baca Juga: Pimpinan DPR Dasco Janji Mundur Jika RUU Perampasan Aset Gagal Disahkan 15 Desember 2026
Ketua APMRC ke-6, Dr. Aprihatiningrum Hidayati dalam keterangannya menegaskan keberagaman perspektif penting agar solusi tidak sekadar copy-paste dari luar.
“Praktik manajemen harus mempertimbangkan nilai, budaya, kondisi bisnis, serta karakteristik masyarakat lokal. Baru bisa diterapkan efektif dan berkelanjutan,” ujarnya saat konferensi pers hari pertama.
Fokus diskusi mengerucut pada 3 hal: bagaimana praktik lokal menjawab persoalan global, bagaimana inovasi lokal bisa berdampak luas, dan bagaimana organisasi menyeimbangkan agenda keberlanjutan global dengan nilai bisnis lokal.
Baca Juga: 4 KA Alami Keterlambatan Imbas Gangguan Operasional, KAI Daop 8 Minta Maaf
Tak hanya itu, peran pemimpin, kolaborasi antara bisnis-pemerintah-komunitas-akademisi, sampai pemanfaatan transformasi digital juga jadi sorotan.
“APMRC bukan hanya tempat presentasi hasil riset. Ini forum tukar pengalaman antara akademisi dan praktisi untuk mendukung pertumbuhan di Asia-Pasifik,” kata Dekan PPM School of Management, Dr. Wendra.
Selama 3 hari, peserta membahas 10 bidang mulai dari manajemen strategis, SDM, pemasaran, rantai pasok, tata kelola, keuangan, hingga kewirausahaan dan ekonomi.
Hari pertama diisi workshop PLS-SEM oleh Prof. Ramayah Thurasamy dari Malaysia dan Case Teaching oleh dosen PPM.
Baca Juga: Pasutri Ini Ikut Demo di DPR dari Bogor, Tuntut Aspirasi Demi Masa Depan Anak-Cucu
Hari kedua ada sesi keynote dan panel hybrid dengan pembicara dari Indonesia, Malaysia, dan Uni Emirat Arab. Rangkaian ditutup dengan parallel session dan closing ceremony pada 28 Agustus.
Hasil penelitian terbaik juga punya peluang tayang di jurnal terpilih melalui proses double-blind peer review.