JawaPos.com - Setelah tiga hari petugas berjibaku, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Tahura Raden Soerja, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, berhasil dipadamkan.
Ketua Tim Pusat Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, Muhammad Amrul mengatakan perkembangan situasi pada Jumat (21/8) pukul 12.00 WIB, sudah tidak ada titik api yang berkobar.
"Kondisi hari ini cerah berawan, dan hasil observasi di lapangan menunjukkan tidak ditemukan titik api di kawasan Gunung Arjuno," tutur Amrul dalam laporan perkembangan kejadian yang diterima JawaPos.com.
Baca Juga: Iring-Iringan Polisi Ditembaki KKB Papua di Tolikara, Seorang Personel Polsek Ilu Luka-Luka
Sebagai informasi, karhutla di kawasan Tahura Raden Soerio pertama kali dilaporkan pada Selasa (18/8). Peristiwa ini mengakibatkan jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang ditutup sementara waktu sejak Rabu (19/8).
Pada hari ketiga pemadaman, petugas gabungan menerjunkan Helikopter jenis PK-DAP berkapasitas 1.000 liter untuk melakukan water bombing di wilayah Sabana Lembah Lengkehan dan kawasan Bumi Aji.
"Helikopter PK-DAP telah melakukan pembasahan di Sabana Lembah Lengkehan. Setelah itu, helikopter ditarik sementara ke ABD Saleh (Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh Malang)," imbuhnya.
Sebagai langkah antisipasi, suplai logistik avtur disiagakan di Lapangan Kaliandra Resort. Personel gabungan di Posko Kaliandra juga tetap siaga memantau perkembangan situasi kawasan Gunung Arjuno-Welirang.
"BPBD Provinsi Jatim terus berkoordinasi secara intensif dengan BPBD Kabupaten Pasuruan serta pihak UPT Tahura R. Soerjo untuk percepatan penanganan dan pendataan dampak kerusakan," terang Amrul.
Hingga berita ini ditulis, Jumat (21/8) pukul 16.00 WIB, kerugian material serta luas lahan yang terbakar akibat peristiwa karhutla di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, masih dalam proses pendataan BPBD.