← Beranda
Jawa Timur Pertimbangkan Buka Posko Trauma Healing untuk Korban Gempa NTT
Novia HerawatiJumat, 21 Agustus 2026 | 13.54 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mempertimbangkan pendirian posko trauma healing untuk membantu pemulihan mental masyarakat korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Namun, pihaknya tidak ingin terburu-buru menentukan langkah. Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) masih melihat kondisi lapangan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

“Kita melihat dulu apakah disana perlu membuka posko sendiri atau cukup memberikan penguatan dengan menjadi supporting tim dan supporting system,” tutur Khofifah, Kamis malam (20/8).

Mantan Menteri Sosial RI tersebut menegaskan jangan sampai bantuan kemanusiaan yang dilakukan, termasuk rencana pendirian posko bencana, justru menambah beban tim relawan di Nusa Tenggara Timur. 

Baca Juga: Update Karhutla Gunung Arjuno-Welirang: Sumber Api Tinggal 1 Titik di Lapangan Kotak

"Apakah di sana sudah ada (posko), lalu kita menguatkan timnya atau membuat pokso sendiri, ini sedang kita bahas. Pokoknya kita tidak boleh menambahkan beban relawan di sana," imbuhnya.

Oleh karena itu, Gubernur Khofifah akan langsung terbang ke Nusa Tenggara Timur untuk melihat kondisi penanganan pascabencana di lapangan sekaligus memastikan distribusi bantuan dari Jawa Timur tepat sasaran. 

"Saya sendiri Insyaallah tanggal 23 (Agustus) berangkat ke sana (NTT) pesawat jam 5 pagi. Pak Sekda (Adhy Karyono) dan Kalaksa BPBD (Gatot Soebroto) juga insyaallah ke sana," kata Khofifah. 

Ia ingin memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan korban gempa di NTT, termasuk kebutuhan relawan di lapangan, pendirian posko bencana, hingga layanan trauma healing.

"Nah apakah di sana (NTT) membutuhkan tambahan relawan? jangan sampai adanya kita bikin numpuk di sana, ini yang harus dipastikan. Kita juga tidak asal-asal membawa orang ya, kita lihat kebutuhannya," tegas Khofifah.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) sudah dua kali mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa di NTT. Bantuan pertama, yakni 8,4 ton logistik dikirimkan pada Senin (17/8).

Bantuan kemanusiaan kedua dikirimkan hari ini, Kamis malam (20/8) dengan kapasitas 64,4 ton. Pemprov Jatim menargetkan bantuan yang dikumpulkan oleh BPBD bersama perangkat daerah (PD) terkait mencapai 100 ton. 

Baca Juga: Emil Dardak Kembali Maju Jadi Calon Ketua Demokrat Jatim Periode 2026 - 2031

"Jadi kita waktu itu (17 Agustus 2026) bisa kirim 8,4 ton (logistik dan tim kesehatan). Dan malam ini yang sudah terkumpul sekitar 64 ton, kita punya target sampai dengan 100 ton," ucap Khofifah. 

Adapun bantuan yang dikirimkan bukan cuma logistik (makanan, pakaian, dan peralatan mandi), ada juga obat-obatan yang sudah diresepkan oleh tim medis yang sudah lebih dulu diberangkatkan pada 17 Agustus 2026.

"Kita berharap bahwa ini bantuan kemanusiaan untuk saudara kita yang terdampak gempa di NTT, agar mereka merasa tidak sendirian, karena semua daerah Indonesia ini gotong royong membantu," pungkasnya.

EDITOR: Sabik Aji Taufan