JawaPos.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat melahap kawasan Resor Sembalun, Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), LombokTimur, kini diklaim berhasil dikendalikan secara penuh.
Tim gabungan lintas unsur bergerak cepat memadamkan kobaran api yang terdeteksi sejak Jumat sore.
Laporan awal mengenai amuk api pertama kali diterima dari masyarakat pada Jumat (7/8) pukul 16.48 WITA. Tim dari Resor Sembalun bersama siswa PKL SKMA langsung meluncur ke lokasi dan menemukan tiga titik api aktif di wilayah Maletan.
Guna meredam pergerakan api, sebanyak 22 personel gabungan dari Balai TNGR, Masyarakat Mitra Polhut, warga lokal, Polsek dan Koramil Sembalun, hingga Dinas Pemadam Kebakaran Lombok Timur dikerahkan dalam penanganan tahap pertama.
Namun, memasuki pukul 19.00 WITA, tim di lapangan memutuskan kembali ke pos sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan. Langkah ini diambil mengingat dinamika api dan kondisi medan yang berisiko, dengan tetap menempatkan prioritas utama pada Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) para petugas.
Berdasarkan hasil pengamatan awal di lapangan, perkiraan luas areal yang terdampak mencapai sekitar 30 hektare, walau proses konfirmasi angka pasti masih terus berjalan. Vegetasi yang terbakar dilaporkan didominasi oleh semak, perdu, dan liana.
Upaya pemantauan pergerakan api berlanjut pada Jumat malam memanfaatkan pemantauan udara via drone, dibantu unit mobil pemadam kebakaran dari Pemadam Kebakaran Lombok Timur, Polsek, dan Koramil setempat.
Penanganan skala besar kembali dilanjutkan pada Sabtu (8/8) dini hari pukul 00.15 WITA. Tim gabungan yang dipimpin Kapolres Lombok Timur bersama Kepala SPTN Wilayah II mengerahkan 35 personel tambahan menuju titik api di kawasan Dalem Petung.
Tepat pukul 01.30 WITA, seluruh titik api aktif berhasil dikendalikan tanpa ada tersisa di area penanganan. Saat ini, tim melanjutkan tahap mopping up atau penyisiran untuk memadamkan sisa material bara yang berpotensi memicu timbulnya api kembali.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Budhy Kurniawan menuturkan, apresiasi setinggi-tingginya atas kesiapsiagaan dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat di lapangan.
"Penanganan karhutla membutuhkan respons cepat dan kerja bersama. Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang bergerak bersama di lapangan. Setelah api berhasil dikendalikan, pemantauan dan mopping up tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala," ujar Budhy dalam keterangannya, Minggu (9/8).
Kementerian Kehutanan menegaskan pemantauan intensif di kawasan TN Gunung Rinjani akan terus berlangsung hingga seluruh titik dipastikan aman. Di sisi lain, masyarakat sekitar diimbau untuk tetap waspada serta segera melaporkan jika menemukan potensi atau gejala kebakaran di sekitar area taman nasional.