← Beranda
Kebakaran Bromo Diduga Gara-Gara Api Unggun Lupa Dimatikan
Bayu Putra• Minggu, 9 Agustus 2026 | 03.02 WIB
Tim gabungan berupaya memadamkan kebakaran sabana di kawasan Bromo menggunakan gepyok dan sprayer di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (5/8/2026). (BPBD Provinsi Jawa Timur)

JawaPos.com – Penyebab kebakaran di area sabana kawasan wisata Bromo mulai terungkap. Api diduga berasal dari api unggun yang lupa dimatikan.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, kebakaran sabana di Bromo diduga dipicu ulah manusia.

Dugaan itu muncul setelah petugas menemukan titik awal kebakaran di puncak tebing, yang menjadi jalur penghubung lokal antara Desa Arjosari dan Desa Ranupane.

"Dari hasil pengecekan, titik api pertama berada di jalur lokal yang menghubungkan Desa Arjosari dengan Desa Ranupane,” beber Rudijanta.

Baca Juga: Karhutla Bromo Merembet ke Jemplang Malang, 127 Hektare Lahan Hangus

“Kemungkinan ada orang yang berhenti saat cuaca dingin untuk membuat api unggun atau perapian, namun tidak memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi," terangnya, sebagaimana dilansir dari Radar Bromo (Jawa Pos Group).

Api kemudian dengan cepat merembet ke area vegetasi kering akibat embusan angin yang cukup kencang di kawasan tersebut.

Meski sudah ada dugaan, TNBTS masih fokus pada upaya pemadaman sehingga proses penyelidikan penyebab pasti kebakaran belum dilakukan secara menyeluruh.

"Saat ini fokus kami masih pada pemadaman. Untuk penyelidikan maupun kemungkinan pemberian sanksi akan dilakukan setelah seluruh proses penanganan kebakaran selesai," jelasnya.

Di sisi lain, penutupan tiga pintu masuk wisata menuju kawasan Bromo akibat kebakaran berdampak pada turunnya kunjungan wisatawan.

Baca Juga: Karhutla Bromo Bikin Jip Wisata Malang Harus Memutar Lewat Pasuruan

Menurut Rudijanta, jumlah wisatawan diperkirakan mengalami penurunan sekitar 25 persen dibandingkan kondisi normal.

"Kami sebenarnya telah mengarahkan wisatawan untuk menggunakan pintu masuk lain yang masih dibuka. Namun sebagian memilih membatalkan kunjungannya," ujarnya.

Ia memastikan seluruh akses wisata akan kembali dibuka setelah kebakaran dinyatakan benar-benar padam dan kondisi kawasan dinilai aman.

Ia memastikan satwa liar tidak akan terlalu terdampak atas kebakaran tersebut, karena lokasi kebakaran berada di area tebing yang bukan menjadi habitat utama satwa.

Baca Juga: Karhutla Gunung Bromo Meluas hingga 70 Hektare, Cemara hingga Semak Belukar Hangus

EDITOR: Bayu Putra