JawaPos.com - Masyarakat di wilayah Selat Sunda hingga Tangerang Selatan (Tangsel) dan sebagian Pulau Sumatera dikagetkan oleh guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 5,3 pada Rabu (8/7) dini hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa yang terjadi pada pukul 02.44 WIB ini berpusat di laut, namun tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.
Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 6,83° LS dan 105,04° BT. Lokasi tepatnya berada di laut dengan jarak 62 kilometer arah Barat Daya Sumur, Banten, pada kedalaman 43 kilometer.
Baca Juga: Prabowo Sebut Demokrasi Rumit dan Penuh Tantangan Tapi yang Terbaik
Dilihat dari lokasi dan kedalamannya, BMKG menyatakan ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi.
Hasil analisis sumber juga menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Dampak Guncangan: Warga Tangsel hingga Sumatera Heboh di Media Sosial
Meskipun BMKG merilis dampak guncangan terbesar berada di daerah Sumur (skala IV MMI) dan Pandeglang (skala III MMI), efek getaran ternyata merambat sangat jauh.
Pantauan di media sosial X (sebelumnya Twitter), terdapat warga Tangsel hingga Sumatera yang mengaku terbangun dari tidur karena guncangan yang cukup intens.
"TANGSEL GEMPA??? berasa bgt," tulis akun @szcexxx beberapa saat setelah kejadian.
Kondisi serupa dirasakan oleh netizen lain yang merasakan kaca jendela kamarnya bergetar hebat.
"Lagi tidur juga sampe kebangun kerasa banget getarannya sampe jendela kamar juga kedengeran," ungkap akun @minyoonxxxxxx.
Bahkan, seorang yang tinggal di rumah kos lantai dua merasakan efek ayunan yang cukup kuat. "Berasa bgt, aku dikosan lt 2 aja kasurnya begoyang kakkk," kata akun @Makxxxx.
Menariknya, rambatan gempa ini dikabarkan menyisir hingga menyeberang pulau. "Sumatra juga kerasa kak," tulis akun @mochi_pxxxx tanpa merinci lokasi detail provinsinya.
Kondisi Terkini dan Imbauan Resmi
Hingga pukul 03.05 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan situasi masih relatif aman dan belum ada aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada, terutama dalam menghindari bangunan yang sudah mengalami retak atau kerusakan struktural.
BMKG juga mengingatkan publik agar menyaring informasi dan tidak mudah percaya pada isu-isu liar yang tidak bertanggung jawab. Seluruh informasi valid dan terverifikasi hanya bersumber dari kanal resmi BMKG melalui aplikasi InfoBMKG atau situs resmi mereka.