Masyarakat sempat dikejutkan oleh guncangan yang terjadi tepat pada pukul 09.31 WIB atau 11.31 WITA tersebut. Berdasarkan data episenter BMKG, titik koordinat gempa berada di 1,93 Lintang Utara dan 127,39 Bujur Timur.
Lokasi pusat getaran ini berjarak sekitar 58 kilometer arah barat daya dari Pulau Doi, Maluku Utara, atau berkisar 291 kilometer dari Kolongan Akembawi, Sulawesi Utara.
Baca Juga: Federasi Sepak Bola Jerman Yakini Jurgen Klopp sebagai Pelatih Ideal untuk Tim Nasional Jerman
Penjelasan BMKG Soal Kedalaman Gempa dan Potensi Tsunami
Mengingat kekuatannya yang di atas Magnitudo 6, muncul kekhawatiran di tengah masyarakat mengenai potensi gelombang pasang. Namun, BMKG bergerak cepat memberikan kepastian.
Berdasarkan hasil pemodelan matematis dan analisis seismik, BMKG memastikan bahwa gempa bumi tektonik ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Hal tersebut dikarenakan pusat gempa berada di kedalaman 100 kilometer di bawah permukaan laut. Dengan data tersebut, BMKG mengategorikan peristiwa ini sebagai gempa bumi berkedalaman menengah, yang umumnya memiliki daya rusak lebih redam dibanding gempa dangkal.
Kondisi Terkini dan Imbauan untuk Masyarakat
Baca Juga: One Piece Season 3 Live-Action Resmi Menyelesaikan Syuting dan Siap Tayang di Netflix Tahun 2027
Hingga artikel ini diterbitkan, otoritas terkait dan BMKG belum menerima laporan resmi mengenai adanya kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa di area terdampak.
Kendati situasi terpantau kondusif, masyarakat di wilayah Maluku Utara dan sekitarnya diharapkan tidak lengah namun tetap tenang dalam beraktivitas.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Untuk menghindari kepanikan akibat hoaks yang kerap beredar pasca-gempa, publik diminta untuk terus memantau perkembangan situasi dan informasi valid hanya melalui kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi.