JawaPos.com - Banjir dan longsor di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) pada Selasa (12/5) tidak hanya menyisakan duka bagi puluhan warga. Lubang raksasa menyerupai sinkhole muncul pasca bencana. Posisinya berada di badan jalan yang menjadi akses keluar masuk warga di Situjuah Ladang Laweh. Akibatnya ribuan warga terisolasi.
Guna memastikan kondisi terkini korban terdampak bencana, Anggota DPRD Limapuluh Kota M. Fajar Rillah Vesky meluncur ke lokasi tersebut pada Rabu (13/5). Dikutip dari pemberitaan Rakyat Sumbar (Jawa Pos Group) pada Jumat (15/5), Vesky sudah meminta pemerintah daerah bergerak cepat untuk menanggulangi dampak bencana tersebut.
Fajar Vesky mendorong agara pemerintah daerah langsung mengambil langkah tanggap darurat bencana, melakukan kaji cepat di lokasi terdampak bencana, mendata kerusakan, dan yang paling utama adalah menyelamatkan serta mengevakuasi warga. Dia juga mengingatkan agar otoritas setempat tidak ragu-ragu menetapkan status tanggap darurat bencana bila anggaran yang tersedia sudah tipis.
”Khusus longsor di Situjuah Ladang Laweh, harus segera ditangani. Karena, akses jalan satu-satunya untuk keluar-masuk nagari ini, tak hanya amblas membentuk lubang mirip sinkhole. Tapi ditimbun material longsor. Sebanyak, 600 Kepala Keluarga dengan total 2.000 jiwa warga terisolasi,” kata dia.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Dipimpin Jenderal Bintang Tiga, Tambah Opsi Calon Kapolri
Menurut Fajar Vesky, yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota bukan sekedar bencana, melainkan sudah terkait dengan ekosistem atau anomali iklim. Untuk itu, perlu penanganan jangka panjang dan mitigasi yang baik. Keterangan itu disampaikan oleh Fajar Vesky setelah berdialog dengan sejumlah ahli dan pakar lingkungan.
Fenomena serupa sinkhole yang kembali muncul adalah salah satu tanda. Mengingat lubang-lubang raksasa itu sudah beberapa kali muncul di wilayah Sumbar. Kali ini, kemunculannya langsung berdampak pada warga. Sebab, lubang itu berada persis di ruas jalan yang menghubungkan daerah Ladang Laweh-Batas Batusangkar di kawasan Lokuak Pangorangan, Nagari Situjuah Ladang Laweh.
Sebanyak 2.053 Warga Korban Terdampak Bencana Sempat Terisolasi
Akibat fenomena tersebut, lebih kurang 600 kepala keluarga dengan jumlah total 2.053 jiwa sempat terisolasi. Mereka tidak bisa mengakses jalur keluar masuk wilayah Situjuah Ladang Laweh. Sebab, kendaraan tidak bisa lagi melintasi jalur penghubung tersebut.
”Sebanyak 600 Kepala Keluarga atau 2.000 jiwa warga kami terisolasi akibat jalan tertimbun longsor dan amblas. Kendaraan tak bisa keluar-masuk. Kami minta bantuan pemda,” kata Wali Nagari Situjuah Ladang Laweh Mawardi Dt Sinaro Paneh.
Berkat dorongan dari berbagai pihak, dilakukan langkah cepat pada Kamis pagi (14/5). Akses jalan yang sempat tidak bisa dilalui akhirnya dapat dilewati. Sehingga ribuan warga tidak lagi terisolasi dari luar. Warga bersama petugas bergotong-royong menangani dampak bencana.
”Jalan sudah bisa dilalui, setelah ratusan masyarakat kami, secara manual membersihkan material longsor. Alat berat pemda yang ditunggu, baru datang sore hari, selepas warga kami goro,” ujar Mawardi.
Dia mengakui bahwa penanganan memerlukan alat berat. Sebab, lereng tebing yang memuntahkan longsor masih dipenuhi material tanah berlumpur dan kayu yang tumbang. Begitu pula bahu jalan yang amblas ke dalam jurang. Penangannya dilakukan dengan turap dan dam.
Baca Juga: Trump Buka Jalan Chip AI ke Tiongkok, Saham NVIDIA Tembus Rekor Baru Rp 4,1 Juta per Lembar
”Kemudian, sekitar seratus meter dekat jalan yang ditimbun longsor, badan jalan kabupaten juga berlubang, mirip sinkhole Situjuah. Lubang ini belum ditimbun sama sekali. Untuk sementara, warga yang ingin keluar-masuk nagari, harus kembali lewat ke jalan lama. Jalan ini sebelumnya tak dilewati lagi, karena bekas longsor juga,” jelasnya.
Berbahaya untuk Warga, Lubang Mirip Sinkhole Harus Segera Ditutup
Anggota DPRD Limapuluh Kota M. Fajar Rillah Vesky pun menegaskan kembali lubang mirip sinkhole yang muncul di ruas jalan Ladang Laweh-Batas Batusangkar harus segera ditutup. Sebab, lubang tersebut berbahaya untuk warga. Dia meminta pemerintah daerah setempat bergerak cepat.
”Khusus badan jalan kabupaten ruas Ladang Laweh-Batas Batusangkar yang berlubang mirip sinkhole, harus segera ditimbun. Akses jalan sementara saat ini, belum aman. Karena pernah longsor di titik yang sama. Maka, kalau tak bisa dengan BTT, perbaiki dengan program dan kegiatan OPD. Kapan perlu, dengan TKD yang dikembalikan dan sedang direview APIP. Apalagi, ini sudah ada laporan dan SK Bencana dari Nagari,” bebernya.
Fajar pun menyampaikan bahwa bencana yang terjadi beberapa hari terakhir tidak hanya melanda Situjuah Ladang Laweh, melainkan juga melanda sejumlah wilayah lain di Kabupaten Limapuluh Kota seperti Nagari Tungkar, Nagari Situjuah Batua, dan Nagari Situjuah Banda Dalam. Selain itu, longsor juga terjadi di ruas jalan provinsi Payakumbuh–Lintau di Kecamatan Lareh Sago Halaban dan kawasan Sariak Laweh, Akabiluru.