← Beranda
Basarnas Kerahkan Personel 3 Kantor SAR Tangani Dampak Gempa Malut-Sulut
AntaraJumat, 3 April 2026 | 03.43 WIB
Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, dan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memberi keterangan terkait gempa bumi-potensi tsunami di Maluku Utara-Sulawesi Utara di Jakarta, Kamis (2/4/2026). (ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

JawaPos.com - Badan Pertolongan dan Penyelamatan (Basarnas) mengerahkan personel penuh dari tiga Kantor SAR untuk melakukan asesmen cepat, pascagempa bumi 7,6 magnitudo di Maluku Utara dan Sulawesi Utara.

ketiganya masing-masing Kantor SAR di Sulawesi Utara, Maluku, dan Palu. Para personel langsung bergerak bersama TNI, Polri, BPBD dan potensi SAR lainnya untuk memastikan kondisi warga serta dampak kerusakan.

“Tim di daerah segera melakukan asesmen cepat untuk mengetahui dampak kejadian, baik terhadap korban maupun kerusakan bangunan,” kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii di Jakarta, Kamis (2/4) sebagaimana dilansir dari Antara.

Hingga sore tadi, lanjut Syafii, pihaknya masih menerima laporan satu korban meninggal dunia dan satu korban lainnya dalam proses perawatan.

Baca Juga: TNI Kerahkan Prajurit Kodim, Korem, hingga Kodam Bantu Tangani Dampak Gempa Bumi di Sulut

Basarnas berharap masyarakat di wilayah terdampak bisa lebih aman dan nyaman dengan adanya siaga penuh personel SAR. Bila terjadi bencana susulan, proses evakuasi bisa disegerakan.

Menurut dia, respons cepat sangat memungkinkan untuk dilakukan mengingat pihaknya memanfaatkan sistem informasi yang terintegrasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sehingga setiap peringatan dapat diterima secara langsung melalui pusat komando dan diteruskan ke setiap unit di daerah.

"Kami melaksanakan tugas, melaksanakan asesmen terhadap warga dan dampak dari bangunan-bangunan, khususnya dalam hal ini Basarnas langsung di bawah koordinasi dari BNPB," kata dia.

Sebelumnya, gempa bumi magnitudo 7,6 mengguncang wilayah barat daya Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara.

Baca Juga: BMKG Akhiri Peringatan Tsunami! Gempa Maluku Utara Picu Kerusakan Bangunan di Ternate dan Manado

Getarannya dirasakan di sejumlah daerah, seperti Ternate, Manado, dan Gorontalo dengan intensitas hingga skala IV MMI.

Selanjutnya, gelombang tsunami sempat terdeteksi sesaat setelah gempa di beberapa wilayah pesisir.

Antara lain di Halmahera Barat setinggi 0,30 meter, Bitung 0,20 meter, serta Minahasa Utara 0,75 meter.

Peringatan Tsunami Berakhir Pukul 10.56 WITA

BMKG mengumumkan peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 10.56 WITA sehingga tim SAR gabungan bisa mulai bergerak masuk mengidentifikasi wilayah terdampak.

BMKG merilis data pengamatan muka air laut atau tide gauge secara bertahap tiga kali. Yakni sekitar 59 menit, 1 jam 38 menit, hingga 3 jam 45 menit setelah gempa, sesuai prosedur operasional standar.

Baca Juga: Gempa 7,6 Skala Richter, Seorang Warga Meninggal Dunia Tertimpa Reruntuhan Gedung KONI di Kota Manado

Hasil pengamatan tersebut menjadi dasar dalam pengambilan keputusan hingga akhirnya peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir.

Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB sementara ini mencatat laporan ada satu korban meninggal dunia di Kota Manado, satu orang luka ringan, serta 16 keluarga terdampak di Kabupaten Minahasa.

Untuk kerusakan infrastruktur, tercatat lima unit kantor pemerintah, satu hotel, dan satu fasilitas umum berupa gedung KONI mengalami kerusakan di Kota Manado.

Di Kabupaten Minahasa, dua rumah sakit dilaporkan rusak berat, lebih dari 10 rumah terdampak, satu kantor pemerintah rusak, serta satu fasilitas umum turut terdampak.

Sementara di Kota Ternate, satu gedung gereja dan dua unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Sulawesi Utara: Satu Warga Manado Meninggal Dunia

EDITOR: Bayu Putra