Insiden mencekam ini terjadi di wilayah Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Jumat (27/3).
Dalam video yang beredar, pelaku terlihat mengejar mobil menggunakan sepeda motor sebelum akhirnya nekat menghadang di tengah jalan.
Tanpa basa-basi, pemuda tersebut langsung turun dan meluapkan amarahnya secara brutal.
Baca Juga: Stasuin KAI Daop I Surabaya Tembus 52 Ribu Penumpang sehari di Puncak Arus Balik Kedua
Aksi anarkis tersebut terekam jelas oleh penumpang dari dalam mobil. Pelaku terlihat memukul spion mobil hingga hancur berkeping-keping.
Tak berhenti di situ, ia juga melempar batu, yang mengakibatkan kaca depan mobil retak parah.
Kegaduhan ini sontak mengundang perhatian warga sekitar yang langsung berkerumun di lokasi kejadian untuk melerai aksi tersebut.
Banyak netizen bertanya-tanya apa yang memicu kemarahan besar sang pemotor. Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden ini diduga kuat berawal dari kesalahpahaman di jalan raya.
Kejadian bermula saat mobil tersebut hendak berputar arah. Di saat yang bersamaan, muncul sepeda motor pelaku yang melaju cukup kencang hingga nyaris terjadi tabrakan.
Baca Juga: Kediri Rawan Macet di Tiga Titik Selama Arus Balik Lebaran, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Tak terima dengan kejadian itu, pemuda tersebut tersulut emosi dan mengejar mobil korban.
Berakhir Damai dan Kekeluargaan
Meski sempat tegang dan mengakibatkan kerusakan fisik pada kendaraan, kasus ini berakhir di meja mediasi.
Pihak kepolisian melalui Humas Polres Ciamis mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak telah bertemu dan sepakat untuk berdamai.
Korban memilih untuk tidak menempuh jalur hukum secara resmi setelah pelaku menunjukkan itikad baik.
"Tentang insiden itu kami sudah melakukan mediasi dan kami sepakat nerdamai dan semuanya selesai. dan kami sudah saling memaafkan," ujar korban dalam video yang diunggah akun Instagram @polresciamis.
Pelaku pun mengakui kesalahannya dan berkomitmen untuk menanggung seluruh biaya perbaikan mobil yang rusak akibat ulahnya.
Baca Juga: Arus Balik dari Kota Malang Diprediksi Tembus 97 Ribu Orang, Terminal dan Stasiun Ramai
"Telah diselesaikan secara kekeluargaan dan mengganti kerugian kepada pihak yang dirugikan," kata pelaku.