Dalam peristiwa ini, sebanyak 48 warga juga dilaporkan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh tim SAR gabungan.
Kepala Kantor SAR Cilacap, M. Abdullah, menjelaskan bahwa proses pemantauan sekaligus evakuasi dilakukan oleh Basarnas bersama tim SAR gabungan di sejumlah titik terdampak.
Wilayah yang terdampak meliputi Desa Karangmalang, Desa Ketanggungan, Desa Cikeusal Lor, Desa Padakaton, Desa Dukuhturi, Desa Buara, serta Desa Kubangwungu.
Baca Juga: Banjir Brebes, Arus Lalu Lintas di Jalur Ketanggungan–Pejagan Sempat Tak Bisa Dilalui
"Tim gabungan mengerahkan 10 unit perahu karet yang berasal dari Basarnas, Polri, dan BPBD," ujar Abdullah, Kamis (26/4).
Ia mengatakan, perahu-perahu tersebut digunakan untuk menjangkau warga yang terjebak banjir sekaligus memastikan kondisi di lapangan tetap terpantau.
Abdullah menerangkan, peristiwa banjir ini bermula pada Rabu (25/3) sekitar pukul 19.30 WIB, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Curah hujan tinggi menyebabkan debit air meningkat hingga Bendungan Cisadap meluap dan pertama kali merendam Desa Buara.
Air juga kemudian dilaporkan mengalir ke desa-desa lain di sekitarnya hingga menyebabkan genangan luas dan memerlukan proses evakuasi.
Baca Juga: Banjir Ketanggungan Rabu Malam Disebut Tertinggi Selama 20 Tahun, Capai 2,5 Meter
Warga yang terdampak segera melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD Brebes, yang kemudian meneruskan informasi ke Unit Siaga SAR Brebes untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Seiring dengan kondisi banjir yang mulai berangsur surut, operasi pencarian dan pertolongan resmi dinyatakan ditutup.
Seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR pun telah dikembalikan ke satuannya masing-masing.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dan dapat memicu bencana serupa.