← Beranda
Kalaksa BPBD Jatim Turun Langsung, Banjir Pasuruan Disebut Paling Parah
Nanda PrayogaKamis, 26 Maret 2026 | 02.43 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto langsung turun ke lapangan meninjau lokasi banjir di Kabupaten Pasuruan. (Istimewa)

JawaPos.com - Mengawali hari pertama masuk kerja ASN pada Rabu (25/3), Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto langsung turun ke lapangan meninjau lokasi banjir di Kabupaten Pasuruan. Tepatnya di Dusun Balongrejo, Desa Kedungringin, Kecamatan Beji.

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai respons atas banjir yang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah itu pada Selasa sore (24/3), yang menyebabkan Sungai Wrati meluap dan merendam permukiman warga.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Bupati Pasuruan HM Shobih Asrori, Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi, Camat Beji Abdurachim Efendhy, unsur Forkopimcam, serta Kepala Desa Kedungringin Rizki Wahyuni.

Untuk mencapai lokasi terdampak di Dusun Balongrejo, rombongan harus menggunakan perahu milik warga karena akses jalan sudah terendam banjir. Jalur perahu tersebut kini menjadi satu-satunya sarana mobilitas warga untuk beraktivitas keluar masuk dusun.

"Dibanding banjir-banjir sebelumnya, banjir ini memang yang paling besar," ujar Kades Kedungringin didampingi Kasun setempat, Wagiyono.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga menyalurkan bantuan kepada warga terdampak berupa makanan siap saji dan nasi bungkus. Selain itu, masyarakat diimbau untuk mematikan aliran listrik di rumah yang terdampak banjir guna menghindari risiko korsleting dan sengatan listrik.

Usai peninjauan, HM Shobih Asrori menjelaskan bahwa banjir yang terjadi merupakan dampak dari cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi.

"Peninjauan yang kami lakukan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah, baik dari provinsi maupun Kabupaten Pasuruan, untuk setidaknya bisa meringankan beban warga terdampak," terangnya.

Ia juga menilai perlu adanya kajian teknis untuk mengidentifikasi penyebab utama banjir yang terus berulang setiap tahun di wilayah Beji.

"Dan kali ini, banjir yang terjadi saat ini menjadi yang terbesar dibanding banjir-banjir sebelumnya," tegasnya menekankan.

Sebagai upaya penanganan, pemerintah telah mendirikan dapur umum di tiga titik, yakni Kecamatan Rejoso, Winongan, dan Bangil. Sementara itu, banjir juga dilaporkan terjadi di sejumlah kecamatan lain seperti Beji, Grati, Gondangwetan, Gempol, dan Pohjentrek.

Sementara itu, Gatot Soebroto mengungkapkan bahwa selama masa Lebaran, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan langkah antisipasi cuaca ekstrem melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama 10 hari dengan total 22 sortie, sesuai arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Namun demikian, keterbatasan jumlah sortie membuat tidak semua wilayah dapat terjangkau, termasuk Pasuruan.

"Semoga hari ini potensi hujan di Pasuruan bisa tertangani, agar banjir yang terjadi disini bisa segera surut. Karena penyebab hujan di Pasuruan ini akibat intensitas hujan yang tinggi," terangnya.

Selain peninjauan, BPBD Jawa Timur juga telah menyalurkan berbagai bantuan logistik seperti biskuit, makanan tambahan gizi, makanan siap saji, hingga perlengkapan makan.

Tak hanya itu, tim juga mengirimkan perahu karet, tenda pengungsian, serta personel untuk mempercepat proses evakuasi warga terdampak.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra