← Beranda
Jalur Mudik Pacitan–Ponorogo–Trenggalek Rawan Longsor, ​ Anggota DPRD Jatim Desak Mitigasi Cepat
Septian nur hadiRabu, 4 Maret 2026 | 18.11 WIB
Anggota DPRD Jatim Diana Sasa minta pemerintah segera tangani longsor di jalur mudik. (Istimewa)

 

JawaPos.com–Kerawanan jalur selatan Jawa Timur menjelang arus mudik Lebaran mendapat perhatian serius dari parlemen. Anggota Komisi D DPRD Jatim Diana Sasa menyoroti rentetan peristiwa longsor yang terjadi di jalur penghubung Pacitan–Ponorogo serta Ponorogo–Trenggalek dalam sepekan terakhir.

Politikus PDI Perjuangan tersebut menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak boleh lamban. Mengingat kontur wilayah yang didominasi perbukitan dan curah hujan yang masih tinggi, risiko kecelakaan akibat material longsor mengintai para pemudik.

”Jalur ini adalah urat nadi perekonomian dan akses vital warga. Kami tidak bisa menunggu arus kendaraan padat baru bergerak. Mitigasi harus dilakukan sekarang juga,” tegas Diana.

Baca Juga: Kapolda Jabar Berikan Bantuan Rumah Layak Huni bagi Warga Kurang Mampu di Kabupaten Bandung

Sebagai mitra kerja sektor infrastruktur, Komisi D akan segera memanggil Dinas PU Bina Marga Jatim. Diana ingin memastikan sejauh mana kesiapan personel dan ketersediaan alat berat di titik-titik rawan.

Menurut dia, respons cepat (quick response) saat terjadi bencana adalah kunci agar konektivitas antar wilayah tidak terputus total. Khususnya menjelang arus mudik Lebaran.

Selain masalah teknis jalan, Diana juga meminta BPBD Jatim memperkuat sistem peringatan dini (early warning system).

Baca Juga: Tangkap 15 Tersangka Jaringan Perburuan Gajah Sumatera, Polda Riau Masih Buru Tiga DPO

”Fokus kita bukan hanya soal aspal yang mulus, tapi juga tebing yang stabil. Sehingga warga merasa aman,” ujar Diana Sasa.

Sebagai langkah pencegahan, Diana meminta pemetaan zona rawan dilakukan secara detail. Termasuk pemasangan rambu peringatan dan pembatasan kendaraan berat di titik-titik tertentu sampai kondisi benar-benar dinyatakan aman.

Kemudian dia juga mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan perjalanan melewati jalur yang belum sepenuhnya stabil.

Baca Juga: Berjuang Usai Kecelakaan, Bos Rokok HS Tanggung Seluruh Biaya Korban dan Beri Beasiswa

”Keselamatan lebih penting dari kecepatan sampai tujuan. Jika ada imbauan penutupan atau pengalihan arus, ikuti arahan petugas,” terang Diana Sasa.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah