← Beranda
Puluhan Remaja Diamankan Saat Akan Perang Sarung di Kota Mojokerto, Petugas Kepolisian Ungkap Modusnya
Nanda Pramudya Fadli IllahiJumat, 15 Maret 2024 | 13.35 WIB
DIBINA: Puluhan remaja dan anak-anak diamankan di Mapolres Mojokerto Kota usai kedapatan hendak perang sarung, Kamis (14/3) pagi. (Farisma Romawan/JPRM)

JawaPos.com – Petugas kepolisian dari Satsamapta Polres Mojokerto Kota mengamankan sebanyak 28 orang yang terdiri dari remaja dan anak-anak pada hari Kamis (14/3) pagi.

Mereka diamankan karena hendak melakukan perang sarung di Pasar Ketidur, Kelurahan Surodinawan, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

AKP Anang Leo Afera selaku Kasatmapta Polres Mojokerto Kota mengatakan bahwa para remaja dan anak-anak yang diamankan ke mapolresta Mojokerto itu demi menghindari hal buruk yang tidak diinginkan.

Mereka tidak bisa mengelak atas aksi kenakalan remaja yang hendak mereka lakukan tersebut.

Razia yang dilakukan petugas kepolisian itu berhasil menyita sebanyak 20 sarung yang akan mereka gunakan.

Selain itu, petugas juga menyita empat buah motor dengan knalpot brong yang digunakan para remaja tersebut.

“Kami amankan 28 orang. Aksinya belum berjalan, tetapi mereka sudah bersiap dan berkumpul untuk melaksanakan kegiatan perang sarung tersebut,” ujarnya seperti dilansir dari Radar Mojokerto (JawaPos Group).

Setelah dilakukan identifikasi terhadap para remaja yang diamankan tersebut, ia menyebutkan bahwa para remaja itu terdiri dari sebelas pelajar tingkat SD, empat pelajar tingkat SMP, sebelas pelajar tingkat SMA/SMK, dan dua orang dewasa.

AKP Anang menyebutkan jika aksi perang sarung itu akan dilakukan atas kesepakatan bersama.

Dengan bukti berupa flyer berisi ajakan dan disebarkan di media sosial Whatsapp Group (WAG) dan tiktok.

Ia juga memaparkan bahwa modus dari mereka adalah dengan memasang mata-mata dengan tujuan mengawasi datangnya pihak kepolisian.

Dimaksudkan Ketika kepolisian dating, mereka akan siap untuk membubarkan diri.

“Modusnya mereka memasang mata-mata untuk mengawasi kedatangan pihak kepolisian. Jika ada polisi dating, mereka tidak akan melaksanakan aksi perang sarung itu,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa kepolisian juga mengamankan lima remaja yang membawa motor dengan knalpot brong.

Kelima remaja tersebut diamankan setelah saat nongkrong setelah sholat subuh di kawasan jembatan Rejoto, Kelurahan Pulorejo.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perbuatannya, ia menjelaskan jika setelah ini para remaja yang berhasil diamankan itu akan diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Pendidikan Kota Mojokerto sebelum nantinya dikembalikan ke orang tua mereka.

“Kami koordinasikan ke Dinas Pendidikan dan Dinsos sebelum nantinya dikembalikan kepada orang tua,” pungkasnya.

EDITOR: Hanny Suwindari