← Beranda
Ratusan Warga Desa Tiron Banyakan Harus Segera Kosongkan Rumah, Imbas Pembangunan Tol Kediri-Tulungagung
Muhammad Zaky Dharmawan• Kamis, 21 Desember 2023 | 22.07 WIB
Patok RoW Tol Kediri-Tulungagung terpasang di Desa Tiron, Banyakan. (Foto: Wahyu Adji/Radar Kediri)

JawaPos.com - Ratusan warga KK di Desa Tiron, Banyakan yang terdampak Tol Kediri-Tulungagung, harus segera mengikuti instruksi pengosongan rumah dan pekarangannya paling lambat Sabtu (23/12).

Area tersebut akan segera dibersihkan karena terdampak pembangunan tol kediri-tulungagung yang merupakan proyek strategis nasional. Proyek pembangunan direncanakan dimulai awal Januari nanti.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Radar Kediri (Jawa Pos Grup), terdapat 180 KK warga di Desa Tiron, Banyakan yang harus mengosongkan bangunan paling lambat Sabtu (23/12) lusa. 

Baca Juga: Sutradara 'Aquaman: and the Lost Kingdom' Sebut Filmnya Membawa Nilai Kemanusiaan yang Kuat

Ratusan rumah mulai dari Masjid Darussalam hingga ke selatan sejauh sekitar 500 meter harus segera disterilkan.

Kemarin Rabu (20/12), warga masih terlihat melanjutkan proses pengosongan. Ada yang mengambil kusen rumah dengan menggempur tembok. Ada pula yang mengeluarkan peralatan rumah tangga untuk dibawa ke rumah yang baru.

“Batas waktu pengosongan itu 23 Desember,” ujar Suhadi, 54, warga sekitar.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tinjau Pembangunan Miniatur Hutan Hujan Tropis di IKN Hasil Kerja Sama OIKN dan PT Tirta Investama

Pria yang kemarin sibuk memindahkan peralatan rumah tangga itu mengaku sudah mendapat tempat tinggal baru. Lokasinya, berjarak sekitar 30 meter di timur rumah lamanya yang terdampak Tol Kediri-Tulungagungg.

Suhadi melepas rumah seluas 104 meter persegi miliknya dan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 800 juta. 

Begitu uang cair, dia langsung mencari rumah pengganti. Oleh karena itu, saat ada instruksi pengosongan bangunan, dia sudah siap. 

Baca Juga: Mahasiswa Dapat Diskon Utang dari Negara Cuma 6 Orang, Makin Sedikit Mahasiswa yang Nunggak SPP?

“Dari dulu sudah siap-siap pindah. Sudah ada rumah pengganti,” terangnya.

Hal yang sama juga dialami oleh Dartik, 66, warga setempat. Perempuan tua itu mengaku sudah mengotori bangunan sejak minggu lalu.

Namun, dia masih menurunkan genting yang rencananya dipasang di rumah baru.

“Sudah tinggal sedikit lagi. Sebentar lagi kosong (bangunannya, Red),” papar Dartik yang sibuk mengangkat genting ke gerobak.

Baca Juga: KLHK Gelar Anugerah Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah 2023

Seperti halnya Suhadi, Dartik juga sudah membeli tanah tepat di belakang rumah lamanya. 

“Rata-rata warga sini tidak mau pergi jauh. Banyak yang masih di Bolawen,” tandasnya.

Terpisah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan (Kesra) Pemkab Kediri, Sukadi, membenarkan tentang pengosongan rumah yang harus dilakukan oleh warga terdampak tol di Desa Tiron. 

Baca Juga: Arema FC Masih Tampil Inkonsisten, Fernando Valente Optimistis Singo Edan Segera Bangkit

Menurutnya pengosongan harus dilakukan karena pembangunan tol akan dimulai awal Januari nanti. 

“Terutama untuk pembangunan jembatan dari selatan SPBU Semampir ke barat dan taper dari Tiron,” tutur Sukadi.

Lebih jauh Sukadi menjelaskan, pembangunan tol kediri-tulungagung akan didahulukan ke ruas yang menjadi akses Bandara Dhoho Kediri.

Baca Juga: Program Upaya Kampung Eratani Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Oleh karena itu, selain memulai dari persimpangan di utara perempatan Bolawen tersebut, pemrakarsa juga mengebut realisasinya dari arah Kota Kediri.

Yakni, membangun jembatan yang melintas di Sungai Brantas sebelum melanjutkan ke barat menuju bandara. 

Menurutnya, pembangunan Tol Kediri-Tulungagung akan dikebut hingga bisa selesai pada Oktober tahun depan.

Pembebasan tanah Tol Kediri-Tulungagung untuk akses menuju bandara memang dilakukan percepatan. 

Baca Juga: Terungkap Alasan Umi Pipik Minta Adiba Tidak Minta Maskawin Seperangkat Alat Salat

Khusus untuk Kabupaten Kediri menurut Sukadi total ada 484 bidang tanah terdampak. Sebanyak 98 persen di antaranya sudah selesai.  

“Kalau pembebasan lahan sudah di atas 80 persen sudah bisa dilakukan pembangunan,” jelasnya sambil menyebut Tol Kediri-Tulungagung bisa dioperasikan pada November tahun depan.

EDITOR: Hanny Suwindari