← Beranda
Ibu Negara Dijadwalkan Hadiri Parade Kebaya di Solo Minggu Ini
Latu Ratri MubyarsahKamis, 29 September 2022 | 14.20 WIB
Jumpa pers parade kebaya di Solo, Rabu (28/9). Aris Wasita/Antara
JawaPos.com–Ibu Negara Iriana Joko Widodo dijadwalkan menghadiri parade kebaya di Solo pekan ini. Cara itu bertepatan dengan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober.

Ketua Himpunan Ratna Busana Surakarta Danarsih Santosa Doellah mengatakan, kegiatan tersebut merupakan prakarsa dari Ibu Iriana.

”Ibu Ana (Iriana) mengingatkan bahwa kebaya asalnya dari Solo, ini juga seiring dengan gerakan Kebaya Goes To UNESCO. Oleh karena itu, beliau meminta saya untuk membuat gerakan ini, beliau bilang akan datang,” kata Danarsih Santosa Doellah seperti dilansir dari Antara.

Dia mengatakan Iriana berjanji tidak datang sendirian, melainkan akan membawa serta istri-istri seluruh gubernur di Indonesia dan OASE yang terdiri dari para istri menteri Kabinet Indonesia Maju.

”Melihat antusiasme beliau, saya mantap, 2 Oktober akan berjalan bersama Ibu Negara dengan berkebaya,” ujar Danarsih Santosa Doellah.

Ketua Pelaksana Acara Febri Dipokusumo mengatakan, saat ini gerakan berkebaya sedang marak di Indonesia. Ada tujuan khusus mengapa kegiatan berkebaya itu digaungkan banyak komunitas. Salah satunya mendukung usul kebaya sebagai warisan budaya dunia UNESCO.

Dia menjelaskan, parade kebaya tersebut akan melibatkan 2.500 peserta. Nanti para peserta berjalan kaki dengan mengenakan busana kebaya. Yakni dari Rumah Dinas Wali Kota Surakarta Loji Gandrung hingga ke Dalem Wuryoningratan yang berjarak sekitar 750 meter.

Menurut Febri Dipokusumo, akan ada sebanyak 35 perempuan mandiri yang menyambut para tamu di Loji Gandrung. Para perempuan mandiri itu di antaranya terdiri atas bakul jamu gendong, lenjongan, pecel gendar, keleman, jenang, cabuk rambak, pensinden jalajan, dan buruh gendong.

”Mereka kami pilih karena masih menggunakan kebaya dan kain batik sebagai busana sehari-hari saat bekerja. Mereka menampilkan citra perempuan Indonesia dengan berkebaya,” terang Febri Dipokusumo.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Surakarta Nugroho Joko Prastowo mengatakan, BI mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut. ”Pertama sebagai bentuk dukungan dari BI untuk melestarikan budaya leluhur terkait dengan budaya dan upaya membawa kebaya goes to international. Agar kebaya dapat diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO,” papar Nugroho Joko Prastowo.

Selain itu, nanti pada acara diselenggarakan pameran UMKM. Menurut dia, hal itu penting untuk mendukung percepatan pemulihan dan penguatan pertumbuhan ekonomi khususnya di Solo Raya.
EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah