JawaPos.com–Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali memastikan hingga saat ini, tidak ada pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia saat menjalani perawatan di tempat isolasi terpusat akibat keterlambatan mendapatkan pertolongan.
”Itu karena ketika ada gejala tertentu yang berlebih. Pada kesempatan pertama dilakukan evakuasi ke rumah sakit rujukan sehingga mendapatkan perawatan secepat mungkin,” kata Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Made Rentin seperti dilansir dari Antara di Denpasar, Minggu (29/8).
Dia menyatakan, sebelum memutuskan aktivasi tempat isolasi terpusat, Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga telah membuat standar operasional prosedur (SOP). Salah satunya, SOP mengenai pola pengelolaan dan tata cara pengelolaan pasien di isolasi terpusat.
”Ketika ditemukan gejala berlebih, seperti panas tinggi, tidak enak makan ataupun sesak, dalam waktu tidak terlalu lama akan dilakukan evakuasi ke rumah sakit rujukan,” terang Rentin.
Hingga Jumat (27/8), tercatat di Provinsi Bali terdapat 372 tempat isolasi terpusat yang tersebar di sembilan kabupaten/kota dengan kapasitas 6.780 tempat tidur. Saat ini, sudah terisi sebanyak 3.292 tempat tidur (41,20 persen).
Menurut Rentin, untuk satu tempat isolasi terpusat yang dikelola pemerintah provinsi, seperti di PrimeBiz Hotel (Kuta, Kabupaten Badung), disiagakan 11 petugas medis. ”Dari 11 petugas itu, ada satu dokter yang sifatnya oncall, yang artinya ketika ada keluhan dari pasien, assesment melalui telepon dilakukan koordinator isolasi terpusat,” ucap Rentin yang juga Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali itu.
Rentin menambahkan, koordinator di tempat isolasi terpusat bertugas melakukan supervisi ketika ada keluhan atau kendala dari pasien. Mereka akan menghubungi dokter yang bertanggung jawab.
”Ketika sudah diberikan keputusan final oleh dokter yang membidangi, para petugas di isolasi terpusat melakukan evakuasi ke rumah sakit tanpa menunggu kedatangan dokter secara fisik,” papar Rentin.
Tim ESR BPBD Bali, lanjut dia, juga membantu melakukan evakuasi pasien dari isolasi terpusat menuju rumah sakit rujukan. Selain itu, ada layanan telemedicine yang dapat dimanfaatkan untuk berkonsultasi gratis oleh pasien di isolasi terpusat.
”Layanan telemedicine ini dikelola Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang beranggotakan para dokter di seluruh Bali,” terang Rentin.
Hingga Minggu (29/8), jumlah kasus aktif atau pasien positif Covid-19 di Provinsi Bali yang masih dalam perawatan sebanyak 6.933 orang. Selain itu, ada tambahan kasus baru sebanyak 302 orang, 932 orang sembuh dari Covid-19, dan 44 pasien yang meninggal dunia.