JawaPos.com–Kapolres Timor Tengah Selatan (TTS) AKBP Arya Sandi menegaskan, tidak ada tindakan represif terhadap warga di Pubabu, Besipae, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT.
”Tidak ada tindakan represif. Petugas tidak ada yang menyentuh masyarakat, apalagi menyakiti,” tegas Arya Sandi seperti dilansir dari Antara pada Rabu (19/8).
Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan beredarnya video tindakan represif aparat Brimob terhadap warga Pubabu. Dalam video yang beredar luas tersebut terlihat ada penembakan yang terjadi pada 18 Agustus sekitar pukul 11.30 wita. Tembakan tersebut guna menggeser warga yang bersikeras untuk tidak ingin keluar dari tempat mereka berkumpul. Sebab, belum ada penyelesaian yang jelas terhadap konflik tanah yang sebelumnya ditinggali warga tersebut.
Warga terus duduk di atas lahan yang mereka klaim sebagai lahan mereka. Oleh karena itu, beberapa anggota Brimob menembakkan senjata ke tanah sebanyak tiga kali sehingga mengeluarkan percikan api dan dentuman yang keras dan asap putih. Tembakan tersebut membuat ibu-ibu dan anak-anak menangis dan berteriak histeris. ”Darah Yesus, darah Yesus,” teriak warga.
Menurut Kapolres, yang terjadi di Pubabu adalah imbauan agar warga mau direlokasi dari tanah milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan dijadikan sebagai pusat pengembangan pertanian.
”Jadi tidak ada tindakan represif. Petugas tidak ada yang menyentuh masyarakat apalagi menyakiti. Yang ada adalah mengimbau agar mereka mau direlokasi dari tanah pemprov,” jelas Arya Sandi.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=3Iqhc4Ah2D4