← Beranda
Rabies Tiap Tahun Makan Korban, 19 Orang Meninggal
Ilham SafutraRabu, 5 September 2018 | 14.51 WIB
Ilustrasi: Sepanjang empat tahun terakhir kasus rabies sudah menelan 19 korban jiwa di Kalteng.

JawaPos.com - Kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) masih menjadi momok menakutkan di Kalimantan Tengah (Kalteng). Bahkan setiap tahun relatif terjadi di sejumlah kabupaten/kota. Dalam kurun waktu 2014-2018, jumlah korban jiwa akibat rabies mencapai 19 orang. Kasus gigitan tertinggi terjadi di Palangka Raya.


Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng Yayu Indriaty mengungkapkan, setiap tahun kasus rabies terus terjadi. Bahkan, banyak korban yang meninggal. Faktornya, keterlambatan dibawa ke puskesmas untuk dilakukan pembersihan dan pemberian vaksin antirabies (VAR).


"Iya, tidak segera dibawa ke fasilitas kesehatan, dalam hal ini puskesmas. Bisa juga karena aksesnya jauh. Atau karena ketidaktahuan bahwa gigitan hewan penular rabies harus segera diobati," ungkap Yayu kepada Kalteng Pos (Jawa Pos Group) kemarin (4/9).


Dia mengungkapkan, ada beberapa hewan yang berpotensi menularkan rabies. Antara lain, anjing, kucing, kera, dan kelelawar.


"Jenis hewan penular rabies itu banyak. Namun, memang ada yang belum paham sehingga tidak langsung mendapat vaksin antirabies. Di puskesmas ada (VAR). Di RS juga ada. Tetapi, yang paling dekat dengan masyarakat adalah puskesmas sehingga harus tersedia," tegasnya.


Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kalteng Hj Prihati Titik Mulyani mengungkapkan, RS dan dinkes harus selalu menyediakan VAR. Tidak boleh sampai kosong. Sebab, menurut informasi, ada kasus orang yang digigit anjing. Namun, ketika dirujuk ke puskesmas, vaksin tidak tersedia. Ternyata, vaksi hanya ada di dinkes. 

EDITOR: Ilham Safutra