← Beranda
15 Juli, LRT Palembang Bakal Diresmikan
Sari HardiyantoSabtu, 23 Juni 2018 | 06.55 WIB
Apabila tidak ada aral melintang, LRT di Palembang akan diresmikan pada 15 Juli mendatang.

JawaPos.com – Pembangunan Light Rail Transit (LRT) Palembang terus dikebut. Hal ini terbukti dari uji coba yang terus dilakukan terhadap LRT Palembang.


Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) LRT Palembang, Suranto membenarkan hal tersebut. Menurutnya, apabila tidak ada aral melintang, LRT di Palembang akan diresmikan pada 15 Juli mendatang. Namun, sejauh ini pihaknya masih melihat dahulu kondisi pengetesan LRT yang sudah dilakukan.


“Saat ini kami melakukan running test atau tes berjalan untuk mengetahui apa saja yang menjadi kekurangan dari LRT ini,” katanya saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (22/6).


Ia menerangkan, hasil tes berjalannya LRT dari Stasiun Depo ke Stasiun Palembang Icon berjalan lancar dan mulus tidak ada goncangan sedikit pun. Sedangkan untuk sebaliknya dari Stasiun Palembang Icon ke Stasiun Depo baru akan dilakukan malam ini, Jumat (22/6).


“Jalur LRT ini kan ada dua, yakni berlawanan arah, jadi kedua jalur ini harus dites dahulu untuk melihat kelistrikannya dan lain sebagainya,” ujarnya.


Jika nantinya hasil tes berjalan mulus maka jarak tes berjalan ini akan diperjauh hingga sampai Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. Tes ini sendiri akan dilakukan sampai dengan akhir bulan Juni. Setelah itu, pada awal bulan Juli akan dilakukan simulasi operasi yang dilakukan oleh PT KAI.


“Simulasi ini agar PT KAI paham pengoperasiannya, bagaimana cara menaikkan penumpang dan lain sebagainya,” ujarnya.


Semua rangkaian LRT, imbuhnya sudah didatangkan ke Palembang dimana satu rangkaian terdiri dari kereta. Namun, untuk yang dites hanya dua rangkaian atau 6 kereta. Sedangkan enam rangkaiannya hanya mengikuti.


“Dua rangkaian ini untuk mengetahui parameternya saja, sehingga jika telah didapat parameter tinggal di copy paste-kan saja ke rangkaian lainnya,” singkatnya.


Ia juga menambahkan, pembangunan LRT di Sumsel ini memakan biaya yakni sebesar Rp 10,9 triliun. Dana tersebut hanya untuk pembangunan prasarana seperti kontruksi, bunga bank dan pajak. Sedangkan untuk operasionalnya nantinya dikelola oleh PT KAI.

EDITOR: Sari Hardiyanto