JawaPos.com - Satu siswa SMA Negeri di Kabupaten Malang, Jawa Timur, terancam mengulangi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun depan. Pasalnya, siswa kelas IPA dari SMAN 1 Lawang atau Smanela ini menderita sakit yang cukup berat. Saat ini yang bersangkutan masih dirawat di salah satu rumah sakit pasca operasi syaraf otak yang dideritanya.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri Kabupaten Malang, Supaat kepada JawaPos.com. Siswa itu, lanjut Paat, merupakan anak didiknya. "Waduh, namanya saya kok lupa. Sekarang dia tidak ikut ujian," katanya, kepada JawaPos.com, Senin (9/4).
Paat menjelaskan, siswa tersebut terancam harus mengikuti UNBK dengan mengulang pada tahun depan, karena untuk mengikuti ujian susulan juga tidak memungkinkan.
Terlebih, yang bersangkutan saat ini masih dalam tahap penyembuhan sehingga harus dirawat intensif di rumah sakit. Siswa ini sudah menderita sakit cukup lama. Yakni sejak beberapa bulan lalu, dirawat di fasilitas kesehatan.
"Tidak mungkin ikut ujian susulan 17 April nanti. Jadi ya kemungkinan harus mengulang tahun depan," katanya prihatin.
Padahal, lanjut Paat, siswa yang dia lupa namanya ini termasuk anak yang pandai. Mengikuti sekolah hanya dalam waktu empat semester, dengan sistem SKS.
"Anaknya pintar, jurusan IPA. Waktu try out yang dilakukan serentak di Malang Raya juga dia dapat juara. Kasihan karena sakit itu," kata Paat.
Mengenai jumlah peserta UNBK hari pertama, lanjut dia, diikuti oleh 3.860 siswa dari 14 sekolah di Kabupaten Malang. Rinciannya, 13 SMA Negeri dan satu sekolah terbuka.
"Kalau swasta saya tidak tahu datanya. Tapi yang jelas untuk SMA negeri, semua siswa mengikuti ujian," kata dia.
Di Smanela, lanjut dia, UNBK diikuti oleh 478 siswa yang ujiannya terbagi dalam tiga sesi.
Pihaknya, kata Paat, menyediakan 160 komputer untuk digunakan selama UNBK. Selain itu, juga menyediakan 10 laptop sebagai cadangan jika ada piranti yang trobel.
"Kami gunakan tiga sesi dengan lima laboratorium. Semuanya menggunakan komputer, kecuali untuk cadangannya," tegas dia.