← Beranda
Gandeng Jurnalis DPR, Richard Ingin Ambon Jadi Kota Musik Dunia
Dimas RyandiSabtu, 17 Maret 2018 | 05.35 WIB
Wali Kota Ambon Richard Louhennapessy berharap para jurnalis DPR bisa membantu Kota Ambon agar segera menyandang predikat Kota Musik Dunia.

JawaPos.com - Wali Kota Ambon Richard Louhennapessy bertekad menjadikan kotanya sebagai salah satu kota musik dunia yang ke-18 oleh UNESCO. Sejumlah rencana dan program pun disiapkan demi meraih gelar itu.


"Segala upaya kita coba, demi mewujudkan Ambon sebagai Kota Musik yang diakui dunia," kata Richard saat menjamu rombongan Kordanotariat Wartawan DPR RI di rumah dinasnya, di daerah Karang Panjang, Kota Ambon, Jumat (16/3).


Lebih lanjut, Richard menambahkan, untuk memuluskan rencananya itu, pemerintahannya telah menyiapkan sejumlah rencana matang. Di antaranya meresmikan studio rekaman dengan standar internasional.


"Ada dua studio rekaman yang diberikan oleh Bekraf pada Pemkot Ambon, pertama itu di kampus Univesitas Patimura dengan kekhususan musik pop, kedua di kampus institute Agama islam di Ambon dengan ciri musik etnik," paparnya.


Karena itu dia berharap, dengan di dorongnya Ambon sebagai kota musik dunia, maka kota itu akan menjadi salah satu potensi ekonomi kreatif di Indonesia. Agar bisa bersaing dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia.


"Ambon mulai didorong untul betul-betul menjadi kota kreatif yang ketiga setelah Bandung dengan basis industri desainnya, Pekalongan dengan batiknya, maka Ambon kota kreatif dengan musik sebagai ikonnya,” paparnya.


Richard juga meminta pada rombongan jurnalis DPR untuk bersama-sama mendorong dan mengkampanyekan Ambon sebagai kota yang layak menyandang gelar sebagai kota musik dunia.


"Bagi kami kehadiaran jurnalis dari DPR ini tentunyamenjadi satu kehormatan, karena itu saya meminta bantuan untuk mau bersama-sama mendorong Ambon sebagai Kota Musik Dunia," pungkasnya.er


Diketahui, Sabtu (17/4) Richard bersama Ketua DPR Bambamg Soesatyo juga Kepala Bekraf akan meresmikan Studio Rekaman berstandar Internasional  sekaligus Gedung Pertujukan dan rekaman Musik Etnik pertama dan terbesar di Ambon.


Selain Bamsoet, acara itu juga direncanakan akan dihadiri oleh menteri pariwisata Arief Yahya dan para penggiat musik Ambon, serta beberapa perwakilan anggota parlemen.


 


EDITOR: Dimas Ryandi