JawaPos.com - Upaya penyelamatan buaya berkalung ban di Sungai Palu, Sulawesi Tengah menemui kendala. Sekitar pukul 08.00 WITA, buaya tersebut masuk lagi ke air. Kemungkinan satwa tersebut terganggu kerumunan warga yang berkumpul di sekitar lokasi.
Panji Petualang, penyelamat satwa yang diajak Jawa Pos mengevakuasi buaya malang itu mengatakan, dia akan menerjunkan kawan-kawannya untuk menyisir sungai. "Mereka dari komunitas pecinta reptil Palu. Mereka menyebar, menyisir sungai untuk mendeteksi keberadaan buaya," terangnya.
Panji melakukan strategi tersebut untuk mengurangi konsentrasi warga. Komunitas yang membantu tersebut akan menyusuri pinggiran sungai dari Jembatan Dua hingga muara sungai. "Sebab saya yakin buaya itu akan muncul lagi. Mereka biasanya tidak bisa lama di dalam air, apalagi kalau siang mereka butuh panas," jelas Panji.
Sebagaimana diketahui, Jawa Pos bersama Radar Sulteng menghadirkan Panji Petualang untuk mengevakuasi buaya berkalung ban di Sungai Palu. Buaya itu sebenarnya sudah lama mengalami nasib sial. Berbagai upaya evakuasi coba dilakukan namun belum berhasil.
Nah, pada Minggu (21/1) Panji menyiapkan dua strategi penyelamatan buaya jika lokasinya masih di dekat reruntuhan jembatan. Strategi pertama ialah, Panji dan tim mendekat ke reruntuhan jembatan di bagian tengah sungai. Dari sana, dia berusaha menjerat mulut buaya dengan tali. Lalu diikatkan di besi dan bebatuhan reruntuhan jembatan.
Strategi kedua ialah memancing buaya tersebut dengan ayam. Ada dua ayam yang telah disiapkan tim dari Jawa Pos dan Radar Sulteng di pinggir sungai.