JawaPos.com - Perhatian dan upaya trauma healing terhadap ketiga korban penyekapan yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri, KN, 13; ZS, 11 dan DNZ, 6 terus dilakukan.
Bahkan, tim dari RSJ Radjiman Wediodiningrat juga berkunjung ke kediaman ketiga anak kandung Alika, 47, tersebut.
dr Nindita, salah satu tenaga medis dari RSJ Radjiman Wediodiningrat menjelaskan, langkah awal yang mereka lakukan saat ini adalah pemeriksaan.
"Lakukan pemeriksaan dulu, baru nanti tentukan langkah bersama," kata Nindita, ditemui di kediaman ketiga korban, Jumat (5/1).
Nindita menjelaskan, sejauh ini pihaknya masih belum menentukan langkah untuk trauma healing serta penyembuhan psikis ketiga korban.
Namun lanjut dia, jika nanti langkah sudah ditentukan, pihaknya akan melibatkan psikiater, psikolog serta perawat.
Langkah ini akan dilakukan usai hasil pemeriksaan keluar. Nanti mereka akan tentukan langkah bersama Puskemas setempat. "Sementara belum bisa tentukan," kata dia.
Sementara itu, tenaga medis dari Kecamatan Bululawang, Ririn Restatiningrum, menjelaskan, pihak Puskemas menyediakan home visit untuk para korban.
Ririn mengatakan, jika ketiga korban atau ayahnya, M Romli, 52, membutuhkan layanan medis, maka mereka akan segera meluncur.
"Kami sudah bersurat ke Dinas Sosial, untuk meminta bantuan. Sekaligus tenaga psikologi untuk melihat seberapa depresi mereka," tegasnya.
Seperti diberitakan JawaPos.com sebelumnya, ketiga anak dibawah umur itu merupakan korban penyekapan yang dilakukan ibu kandungnya sendiri, Alika.
Alika melarang ketiganya keluar rumah, bahkan untuk sekolah. Dia juga menutupi semua lubang sinar dan udara di rumahnya. Alika berhalusinasi, ketiga anaknya adalah korban pemerkosaan Romli, ayah kandung tiga anaknya.
Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai penjahit ini mulai tunjukkan dugaan sakit jiwa sejak bercerai dengan Romli, 2014 lalu.