JawaPos.com - Menjelang masuknya masa tenang Pilkada serentak 2017, para pasangan calon menggelar kampanye terbuka dengan mengumpulkan banyak massa. Namun kampanye terbuka Simeulue, Aceh diwarnai insiden bentrokan dua antarpendukung kandidat.
Diketahui pendukung cabup Simeulue yang terlibat bentrokan tersebut yakni Paslon nomor urut 1, Riswan NS dan Hamdan Amin dan Paslon nomor urut 3, Erli Hasim dan Afridawati.
Informasi yang dihimpun Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), bentrokan yang berlangsung selama lima menit itu terjadi di di pasar ibu kota Kecamatan Simeulue Tengah.
"Itu murni karena kesalahpahaman saja, sehingga terjadi insiden saling pukul antar pendukung dua paslon. Saat ini masih dalam proses penyelidikan dan sejumlah saksi sedang dimintai keterangan," ujar Kapolres AKBP Satya Yudha Prakasa, Rabu (8/2).
Adu jotos antar dua kubu paslon itu, berlangsung di pasar lokal Desa Kampung Aie, Kecamatan Simeulue Tengah, sekitar pukul 18.10 WIB, Selasa (7/2). Namun dapat diatasi aparat gabungan dari Polsek dan Koramil setempat, sehingga tidak ada yang terluka.
"Kejadiannya, hampir menjelang salat magrib, personil kita dibantu personil Koramil, kita langsung memisahkan dan membawa korban maupun pelaku ke Polsek dan seterusnya kita kirim ke Polres dan tidak ada yang terluka," kata Kapolsek Simeulue Tengah, Ipda Lukman.
Danramil Simeulue Tengah, Kapten Arm Diantoro menambahkan, kejadian itu dapat diantisipasi dengan cepat shingga tidak meluas dan tidak bertambah rusuh. "Meredam dan memisahkan kedua belah pihak, kemudian ada yang kita giring ke Polsek dan kita giring untuk pulang," katanya.
Informasi yang berhasil dihimpun, insiden adu jotos terjadi saat kedua massa pendukung Paslon hendak pulang setelah melaksanakan kampanye terbuka di Kecamatan Simeulue Cut dan Kecamatan Salang.
Saat pendukung Paslon nomor urut 1 sedang istirahat di pasar Kecamatan Simeulue Tengah, melintas iring-iringan massa pendukung Paslon nomor 3, yang juga hendak pulang. Massa kedua pihak lantas saling mengacungkan jari sesuai nomer urut pasangan jagoannya. Hingga terjadi selisih paham dan kondisi memanas hingga berujung adu jotos. (ahi/mai/iil/JPG)