JawaPos.com - Suasana terminal Bontang masih sepi. Hal itu imbas mogoknya sopir bus antarkota jurusan Bontang-Samarinda, sejak Sabtu (21/1). Penyebabnya, angkutan gelap yang beroperasi di terminal tak kunjung ditindak pemerintah.
Tentu saja, kondisi itu membuat banyak pihak terkena dampak, termasuk pelaku jasa angkutan seperti sopir angkutan kota (angkot), Tang. Seorang sopir angkot itu mengatakan, kini jumlah penumpang dari terminal sangat minim.
“Kalau ada bus yang masuk, setidaknya ada saja penumpang yang bisa kami angkut. Kalau kosong kayak gini, mau mengangkut siapa,” keluhnya.
Dia juga menyampaikan, untuk mencari penumpang juga sangat sulit. Mengingat peminat angkot semakin tergerus dengan banyaknya yang memiliki kendaraan pribadi. “Jangankan untuk setoran, untuk makan sehari-hari saja juga sulit,” terangnya.
Selain sopir angkot, keluhan juga dirasakan para penumpang. Dari pantauan, banyak calon penumpang yang kecewa. Dwi, salah satu penumpang bus, meminta pemerintah turun tangan menyelesaikan masalah ini. “Kasihan nasib penumpang kalau kayak gini,” tuturnya. (bbg/kpnn/ica/k16/fab/JPG)