JawaPos.com - Sejumlah petani di Kabupaten Karawang, Jawa Barat harus mengelus dada. Di musim panen awal tahun ini, lahan mereka terancam gagal
panen lantaran serangan ribuan ulat Grayak. Imbasnya, kondisi tanaman padi rusak sehingga. "Hama ulat grayak ini memakan daun tanaman.
Kemudian batang padi menjadi busuk," ungkap salah seorang petani, Asnawi (50) kepada RMOLJabar (JawaPos Grup), di Dusun Jamantri, Desa Mekarjati, kemarin (15/1).
Menurut Asnawi, total lahan sawah yang saat ini mengalami kerusakan akibat hama ulat di Desa Mekarjati, diperkirakan mencapai 200 hektar lebih. Seluruh area pesawahan yang baru berusia dua tersebut diserang hama ulat hingga 80 persen.
"Kemungkinan panen tahun ini kami tidak punya untung bahkan bisa jadi merugi," ungkapnya.
Petani lainnya, Rohati, mengaku sudah berupaya memberantas ulat grayak ini agar tidak merusak tanaman mereka dengan berbagai cara. Namun usahanya tersebut gagal sampai tanamannya kini mengalami kerusakan dan harus merugi saat panen nanti.
Rohati mengaku mengelola lahan sekitar 5 hektar, dalam normalnya dirinya mengeluarkan biaya sekitar Rp30 juta perhektarnya. Namun kali ini dirinya harus mengeluarkan uang hingga Rp40 juta setiap hektarnya karena kuatnya serangan hama.(jar/rmol/mam/JPG)