← Beranda
Personalkan Hunian Mewah dengan Teknologi Desain Furnitur Custom
Nanda PrayogaSabtu, 29 Agustus 2026 | 16.35 WIB
Ilustrasi hunian mewah. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Tren hunian mewah kini tidak hanya mengedepankan luas bangunan maupun penggunaan material premium.

Personalitas penghuni mulai menjadi bagian penting dalam perancangan interior, termasuk melalui furnitur custom dan elemen desain yang dibuat khusus menyesuaikan karakter setiap ruang.

Gambaran tersebut terlihat pada Signature Residence di Tower 2 Savyavasa, Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Hunian tiga kamar tidur dengan luas 254 meter persegi itu kini telah sepenuhnya dilengkapi furnitur yang dirancang oleh studio desain interior asal New York, Designs by Human (DBH).

Desainer Joe Human memadukan perspektif desain internasional dengan pengaruh budaya Indonesia serta keterampilan para perajin lokal. 

“Signature Residence dirancang dengan mempertimbangkan kehidupan sehari-hari," ungkap Direktur Sales dan Marketing Savyavasa Kristien Joe belum lama ini.

Baca Juga: Kriya Lokal Mulai Diadopsi dalam Perancangan Interior Hunian Premium

Dikatakan Kristien Joe, desainnya menyeimbangkan keterbukaan dan privasi. Menciptakan ruang-ruang yang mendukung berbagai momen sepanjang hari.

Desain tersebut dibangun melalui lima lingkungan yang saling terhubung, yakni ruang keluarga dan makan, ruang santai atau den, dua kamar tidur tamu, serta suite utama.

Masing-masing area memiliki pendekatan material dan fungsi yang berbeda, tetapi tetap dirancang sebagai satu kesatuan pengalaman dalam hunian.

Pada ruang keluarga, misalnya, panel kayu vertikal menjadi salah satu elemen utama. Panel tersebut diukir secara manual dengan motif yang mengambil inspirasi dari batik, kemudian diterjemahkan ke dalam susunan geometris dengan tampilan yang lebih modern.

Sementara itu, area makan yang terhubung dengan ruang keluarga dilengkapi karya seni khusus yang menampilkan suasana panen padi di sawah Indonesia. Karya tersebut bermula dari sketsa tangan dan kemudian diwujudkan menjadi sebuah lanskap melalui kolaborasi dengan desainer fesyen lokal Linda Mulia.

Inspirasi karya itu berasal dari pengalaman Joe Human ketika pertama kali melihat persawahan di Indonesia. Interior kemudian diperkaya dengan sejumlah dekorasi yang dipilih secara khusus dari New York, sehingga menghadirkan perpaduan antara perspektif internasional dan karakter lokal Indonesia.

Baca Juga: Melihat Inovasi Interior dan Hunian Masa Kini di Renovation Expo 2025

Berbeda dengan area utama yang lebih terbuka, den dirancang dengan atmosfer yang lebih intim. Penggunaan dinding Venetian plaster memberikan tekstur, kedalaman, sekaligus pantulan cahaya yang berubah mengikuti kondisi cahaya alami sepanjang hari.

“Ruang ini hampir seperti sebuah jeda untuk indra. Alih-alih menghadirkan lebih banyak cahaya, kami memilih merangkul karakter ruang ini yang secara alami terasa intim. Materialnya membantu menciptakan suasana yang tenang dan reflektif, menjadi kontras yang pas dari ruang-ruang utama di hunian ini yang lebih terbuka,” jelas Joe.

Pendekatan personal juga diterapkan pada area privat. Kamar utama dilengkapi lukisan dua sisi dengan warna yang kuat sehingga karya tersebut dapat dinikmati dari dua area berbeda, yakni kamar tidur dan kamar mandi.

Salah satu kamar tidur tamu mengambil inspirasi dari kekayaan alam Indonesia. Panel kayu buatan lokal digunakan untuk menggambarkan lanskap Indonesia dari perspektif udara. Sementara kamar tidur tamu lainnya menggunakan tempat tidur dengan bentuk organik yang dirancang mengikuti proporsi serta karakter ruangan.

Seluruh furnitur dan elemen mebel khusus di Signature Residence diproduksi oleh workshop di Indonesia dengan memanfaatkan kayu keras lokal. Material tekstil juga dipilih dari para perajin di Indonesia, Tiongkok, Prancis, hingga Amerika Serikat untuk menciptakan komposisi material yang berlapis.

Baca Juga: Inovasi Savyavasa, Bikin Hunian Mewah Bersama Trio Desainer Interior Elite Indonesia

Proses tersebut memperlihatkan bagaimana desain internasional dapat berjalan beriringan dengan kemampuan produksi dan kriya lokal. Tim desain berkolaborasi dengan para perajin untuk menerjemahkan konsep interior menjadi berbagai elemen yang dibuat secara khusus.

“Saya selalu mengagumi kedalaman kriya Indonesia dan kemampuannya menghadirkan warisan budaya melalui bahasa desain kontemporer. Bekerja bersama para perajin lokal memungkinkan kami menciptakan hunian yang terasa kontemporer sekaligus tahan lama, sembari merayakan keterampilan dan tradisi yang menjadikan tempat ini begitu istimewa,” tukasnya.

EDITOR: Ilham Safutra